RAGAM DAERAH– Korban keracunan makanan yang diduga dari kupat tahu sudah membaik. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat, 19 warga Desa Girimukti Kecamatan Saguling, sebelumnya dirawat di Puskesmas Saguling, saat ini sudah diperbolehkan pulang. “Alhamdulillah warga yang awalnya di rawat di Puskesmas Saguling sebanyak 19 orang kondisinya sudah membaik dan sudah di pulangkan semua,” ujar Plt Kadinkes KBB, Deni Achmad, Selasa 23 Juli 2024.
Namun, kata Deni, dari total 22 orang korban keracunan, dua orang masih di rawat di Rumah Sakit Cahaya Kawaluyaan (RSCK) Kota Baruparahyangan. “Informasi terakhir dua orang yang dirawat di RSCK satu orang orang sudah boleh pulang dan satu orang juga masih dalam perawatan di Rumah Sakit Kartini,” kata Deni.
Kepala Puskemas Saguling, Burhan membenarkan, 19 warga yang di rawat di Puskesmas Saguling sudah dipulangkan. “Alhamdulillah kami bergerak cepat begitu hari pertama kejadian. Hari ini, semua pasien yang dirawat sudah dipulangkan,” ungkap Burhan.
Dugaan sementara, kata Burhan, korban keracunan akibat mengkonsumsi makanan kupat tahu yang sudah kadaluarsa. “Dugaan kadaluarsa, makanan kupat tahu tersebut beli pukul 07.00 baru dikomsumsi pukul 11.00, ya pasti basi,” ungkap Burhan.
Burhan menyebutkan, dirinya mendengar kabar, penjual kupat tahu penyebab keracunan warga, sudah diamankan dan dimintai keterangan pihak berwajib. ***

