CISARUA– Dona Hermawan, salah satu tokoh pemuda di KBB menyayangkan insiden ambruknya dingding kramik Mesjid Asidiq Komplek Pemda KBB.
Menurut Dona, masalah itu lantaran lemahnya pengawasan yang dilakukan konsultan pengawas dan konsultan pengawas dari Pemda KBB. “Dari aspek teknis seyogyanya dilakukan pengawasan. Metode pemasangan bahan yang dilakukan apakah sesuai dengan perencanaan awal atau tidak,” sebut Dona di Cisarua, Kamis (8/8/2019).
Menurutnya, bukan tidak mungkin matrial lain akan sama kualitasnya dengan insiden itu. “Jadi mesti harus direstruktur ulang dan dievakuasi secapatnya,” ungkapnya.
Pada visi misi KBB yang agamis, kata Dona, mesjid Agung KBB dijadikan icon awal visi misi yang di implemantasikan peningkatan dalam spritual ASN. “Karena pengerjaan parsial maka konsultan pengawas mesti tanggung jawab bertanggung kawaatas ambruknya dingding mesjid. Karena secara logika pelaksana (pemborong) tidak akan melakukan kesalahan jika pengawasnnya benar. Kejadian ini sebagai contoh karena aspek pengawasan lebih utama,” tandasnya. ****
Copyright secured by Digiprove 
