PADALARANG– Komisi III DPRD KBB melakukan inspeksi mendadak (sidak) pembangunan under pass PT Damwo yang berada di Desa Campaka Mekar, Kecamatan Padalarang.
Sidak menindaklanjuti keluhan dari masyarakat soal dampak banjir dari pembangunan underpass tersebut.
“Sebelumnya juga sudah rawan banjir. Apalagi ada pembuatan underpass,” kata Anggota Komisi III DPRD KBB, Deni Setiawan ditemui usai sidak, Selasa (2/6/2020). Rombongan sidak Komisi III dipimpin langsung Ketua Komisi III, Iwan Ridwan dan beberapa anggota, Piter Juandys.
Sarana pendidikan juga menjadi dampak pembangunan underpass tersebut. Pelebaran jalan under pass, kata Deni, lahan sekolah terambil untuk pelebaran jalan. “Sosialisasi kepada masyarakat dikeluhkan, juga dampak getaran kendaraan berat yang melintas kurang lebih ada 30 kendaraan,” ungkap Deni.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD KBB, Iwan Ridwan memutuskan mengeluarkan nota Komisi III untuk menghentikan sementara pembangunan underpass tersebut. “Kami juga minta dinas lingkungan hidup agar tidak mengeluarkan izinnya sebelum persoalan dengan masyarakat selesai,” tandasnya.
Sebelumnya, Warga RT 1/1 Pasar Kidul Desa Campaka Mekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Iing Hartawan menolak mobil dum truk angkutan material tambang PT Damwo melewati jalan depan rumahnya.
Alasannya, kata Iing, perusahaan tersebut pernah menjanjikan jalan yang akan dilewati sekarang diperbaiki dengan rabat beton. “Tapi hasilnya nol wanprestasi,” kata Iing belum lama ini.
Dirinta tidak mau, lantaran terus dilintasi kendaraan berat, ke depannya kontruksi rumah berubah lantaran getaran oleh truk yang mengangkut matrial berat. “Saya minta kepada dinas terkait untuk mempelajari kaitan dengan layak atau tidak layak kondisi jalan kecil di lewati kendaraan hasil tambang tersebut,” tuturnya.
Pihaknya pun meminta aparat terkait segera bertindak melihat meninjau dan mengamankan lokasi juga DPRD KBB bisa turun langsung meninjau warga lain yang terdampak. “Biarkan keluarga kami damai dalam situasi Pandemi Covid-19,” pungkasnya.
***


