RAGAM DAERAH– Kabar gembira dibagikan Ketua DPD PKS KBB, Acep Hud Salahudin. Acep Hud mengatakan, jika tren survei Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati KBB, Didik Agus T-Gilang Dirga (DILAN) terus mengalami peningkatan yang signifikan di sisa waktu pilkada yang tinggal 30 hari lagi.
Survei untuk pasangan DILAN pada bulan Juli dengan 800 responden, di posisi 11% dan di bulan Oktober kenaikan sangat signifikan bisa mencapai 25%. “Insyaallah awal November ini kita akan survei lagi. Jadi kita optimis terus bergerak,” katanya.
Acep Hud menyebutkan, survei tersebut dilakukan oleh lembaga survei nasional. “Bukan survei internal tapi dilakukan oleh lembaga profesional dan nasional tidak ada kaitannya dengan partai,” ungkapnya.
Dengan tren survei yang terus meningkat tentunya menambah kepercayaan diri bagi PKS dan Demokrat sebagai partai pengusung pasangan DILAN untuk memenangi kontestasi pilkada 2024.
“Kalau survei itu kan di baca dari tren dan hasilnya terus meningkat. Apalagi masing-masing unsur dari mulai struktur, organisasi sayap, anggota terus bergerak maka semakin yakin kita bisa memenangkan pasangan DILAN di KBB termasuk ASIH di Jawa Barat,” ungkapnya.
Acep Hud juga semakin yakin DILAN bisa memenangi kontestasi pilkada seiring dengan banyaknya relawan-relawan yang mendeklarasikan untuk ikut mensukseskan pasangan DILAN di pilkada. “Para relawan tertarik mendeklarasikan pasangan DILAN karena bisa jadi mereka sudah survei juga sejalan dengan visi misi membenahi KBB,” kata Acep Hud.
Konsep membenahi Acep Hud menyebutkan, tak hanya dari satu sisi saja tapi semuanya di benahi. “Kalau sudah benah kan genah, merenah, tumaninah kadituna jadi sakinah moal banyak fitnah komo banyak cenah mah kan, makanya bebenah,” ungkap pria murah senyum ini.
Sementara itu, dikutif iNewsBandungRaya.id, Lembaga survei Trust Indonesia menyebut pasangan calon (Paslon) Didik Agus Triwiyono-Gilang Dirga alias Didik-Dirga berpeluang memenangkan Pilkada Kabupaten Bandung Barat atau Pilbup Bandung Barat lantaran memiliki modal politik yang lebih besar daripada petahana Hengky Kurniawan-Ade Sudrajat.
Direktur Riset Trust Indonesia, Ahmad Fadhli mengatakan, salah satu faktornya adalah pasangan Didik-Dirga yang tercatat memiliki pemilih loyal (strong voters) yang lebih besar daripada Hengky-Ade.
“Jika melihat tren di dalam survei, peluang Didik-Dirga untuk terus mengejar angka dan menaikkan elektabilitas justru semakin besar. Selain elektabilitasnya yang terus naik ke level 24,8 persen, tren kedisukaan (Likeabilitas) Didik-Dirga juga mengalami peningkatan yang signifikan. Ini justru bisa jadi ancaman serius bagi Hengky-Ade yang cenderung stagnan,” ujar Fadhli dalam keterangan kepada awak media, Jum’at (18/10/2024).
Apalagi bagi Fadhli, Didik-Dirga juga didukung PKS yang memang sudah dikenal memiliki mesin partai yang bagus di Jawa Barat. Mesin partai PKS dapat diandalkan untuk mengejar suara angka pemilih yang belum memutuskan pilihannya atau undecided voters sebesar 12,3 persen.
“Selain kampanye kreatif, hanya mesin partai yang dapat diharapkan untuk meyakinkan undecided voters. Paslon Didik-Dirga juga diuntungkan dengan popularitas Dirga yang semakin hari semakin berpengaruh positif bagi peningkatan elektabilitas,” kata dia.
Dalam hasil survei yang dirilis Trust Indonesia, mantan aktivis IPB itu juga menyinggung pengaruh persepsi atas pilihan terhadap calon bupati dan calon wakil bupati Bandung Barat. Fadhli menjelaskan pasangan Didik-Dirga dinilai publik sebagai salah satu figur Cabup-Cawabup yang bebas dari korupsi.
Penilaian tersebut, ungkapnya, tentu akan menguntungkan pasangan Didik-Dirga ketimbang paslon lainnya.
“Dengan angka sebanyak 23,7 persen, pasangan Didik-Dirga dianggap publik sebagai Cabup yang bersih dari korupsi. Nilai tersebut lebih tinggi dari kandidat paslon lainnya. Tentu saja, ini cukup menguntungkan pasangan Didik-Dirga,” tutur Fadhli.
Sebagai informasi, survei Trust Indonesia kali ini berlangsung selama 1-4 Oktober 2024 di seluruh kecamatan Bandung Barat. Dengan menggunakan metode multistage sampling dan tingkat kesalahan (margin of error) sebesar 2,83 persen, survei melibatkan 1.200 responden. Fadhli menjelaskan tingkat kepercayaan survei ini diyakini berada pada level 95 persen atau memiliki akurasi yang cukup tinggi. ***

