RAGAM DAERAH— Komisi II DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) meninjau panen perdana daerah pengembangan baru lahan pertanian tembakau di Kecamatan Cipendeuy.
Kecamatan Cipeudeuy akan difokuskan pada musim panen berikutnya sebagai sentra tembakau. Ketua Komisi II DPRD KBB, Sundaya menyebutkan, Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) KBB sudah mengantongi legal formal sehingga sentra pengembangan tembakau bisa tersebar di seluruh wilayah KBB. “Kalau kemarin hanya terfokus di Gununghalu, Rongga dan sekitarnya. Kali ini pengembangan ke wilayah Cipendeuy dengan melihat kecocokan pertumbuhan tanaman tembakau,” kata Sundaya dihubungi, Sabtu 5 Agustus 2023.
Berdasarkan data statistik 2022 dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) KBB, luas tanam tembakau di Bandung Barat seluruhnya mencapai 166,26 hektare dengan luas panen 164,765 hektare.
Terluas, tanaman tembakau berada di wilayah selatan seperti Kecamatan Cililin, Cipongkor, Gununghalu, Rongga dan Sindangkerta. Tanaman tembakau ini pun, belakangan tumbuh subur di Kecamatan Ngamprah dan Cipeundeuy.
Sundaya mengatakan jika sebelumnya sentra tembakau tertumpu di wilayah selatan, maka musim tanam nanti Cipeundeuy akan dijadikan sentra tembakau. “Pengembangan (tembakau di Cipeundeuy) akan berdampak pada PAD (Pendapatan Asli Daerah) juga. Karena akan ada DBH CHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau) yang diterima KBB,” ungkap Sundaya
Bandung Barat pada tahun ini saja menerima DBH CHT dari pertanian tembakau lumayan besar yakni Rp9 miliar lebih. Apabila Cipeundeuy dijadikan sentra tembakau, kata Sundaya, akan berdampak meningkatnya DBH CHT yang diterima KBB, bisa mencapai belasan miliar rupiah.
DBH CHT tersebut dibagikan kepada daerah kota/kabupaten berdasarkan angka persentase tertentu dari pendapatan negara untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi.
Kata Sundaya, hal itu sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 215/PMK.07/2021 tentang Penggunaan, Pemantauan dan Evaluasi DBH CHT.
Pengalokasian anggaran dari dana tersebut, untuk kesejahteraan petani tembakau, kesehatan dan lainnya. Dengan demikian dipastikan kesejahteraan petani tembakau juga meningkat.
Berdasarkan data stastistik dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) tahun 2022, luas tanam tembakau di KBB yang meliputi Kecamatan Cililin, Cipongkor, Rongga, Gununghalu, Sindangkerta dan Ngamprah, seluruhnya mencapai 166,26 hektare.
Luas panen lahan itu adalah 164,765 hektar dengan jumlah produksi 156,765 ton yang dikerjakan oleh 677 petani dari 17 kelompok.
Sedangkan harga jual tembakau rajang kering tahun 2022, per kilogram Rp55.000-Rp100.000 dengan wilayah pasar Jawa Tengah, Sumatera dan Sumedang. (Advetorial).

