Kaum Perempuan Harus Berkarya dan Berdaya

Oleh :Hj.Wiwin Kuraesin,S.Pd,M.M
Ketua Yayasan Aunnurrahman

“Wahai ibu kita Kartini, Putri yang mulia, Sungguh besar cita-citanya, Bagi Indonesia”

Begitulah sebait lagu ibu kita Kartini yang di ciptakan WR Supratman 89 tahun yang lalu, menjadi spirit bagi kaum perempuan untuk mewujudkan mimpi Kartini dalam perjuangan emansipasi wanita.

Meskipun tidak lama, RA Kartini telah menjadi pematik semangat kaum perempuan untuk berkaya bagi bangsa Indonesia, sejak akhir abad 19 sampai awal abad 20 RA Kartini berjuang, semangatnya masih mengalir hingga saat ini.

Semangat perempuan yang mendobrak ketidak adilan dalam berkarya dan berkiprah, dengan tidak melawan kodrat sebagai perempuan.

Ada sebuah pesan moral bagi kaum perempuan dari hasil perjuangan Kartini tersebut, dengan meneladani sosok R.A Kartini, kita bisa terus belajar dan berkarya untuk melanjutkan perjuangan dan cita – cita Ibu Kartini untuk menyelamatkan kaum perempuan.

Hal ini dikarenakan, kini masih banyak perempuan yang membutuhkan bantuan dan membutuhkan ibu-ibu Kartini baru yang bermunculan untuk memperjuangkan hak-hak mereka.

Oleh karena itu, marilah kita meneladani sikap dan perilaku Ibu Kartini dengan semangat juang nya yang begitu gigih menyetarakan kaum wanita dengan kaum pria. Atas dasar motivasi dan perjuangan ibu Kartini perlahan lahan derajat kaum perempuan naik dan mulai setara dng laki-laki. sehingga kaum perempuan saat ini sama ada yg menjd seorang diplomat, polisi, menteri dan bahkan seorang presiden.

Oleh karena itu sudah sepatutnya kita kaum perempuan harus meneladani sikap-sikap yang di miliki ibu Kartini dan bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

ibu Kartini sosok yg merakyat meskipun berasal dari keluarga bangsawan RA Kartini tidak senang untuk di agungkan seperti bangswan lainnya.dia sangat dekat dng rakyat kecil bahkan dia sngt sedih apabila kaumnya di tindas oleh bangswan lainnya dan dia sangat hormat terhadap orang tua, penurut apapun keputusan orang tua selalu dia patuhi karena prinsipnya dia tidak mau menyakiti perasaan kedua orang tuanya.

Saat ini, di era globalisasi, semangat perjuangan Kartini harus lebih menggelora, kaum perempuan harus lebih berdaya dan berkarya untuk keluarga dan masyarakat sehingga mampu bersaing untuk kemajuan bangsa Indonesia.

Semangat yang menular ratusan tahun lalu, telah memberikan pelajaran untuk menjadi perempun yang berkarakter dan berintegritas, saya berharap juga menjadi motivasi bagi para pelajar dan remaja untuk menanamkan nilai Kartini dalam kehidupan sehari-hari. (*)

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *