Kampung Sukamulya Padalarang Jadi Langganan Banjir

Banjir kerap menerjang Kampung Sukamulya RT 03/ 25 Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang yang berbatasan dengan Perumahan Baloper setiap hujan deras. ft istimewa

PADALARANG– Kampung Sukamulya RT 03/ 25 Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang yang berbatasan dengan Perumahan Baloper menjadi langganan banjir setiap hujan deras.

Seperti hujan deras yang mengguyur pada Kamis (4/10/2021) pukul 16.00. Rumah warga harus tergenang oleh air dari selokan yang tidak mampu menampung air hujan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Duddy Prabowo mengatakan, banjir tersebut akibat dari curah hujan tinggi, juga tidak tertampungnya limpahan air hujan dikarenakan saluran air mengalami penyempitan.

“Imbasnya air meluap ke atas melalui pintu bak kontrol dan merendam rumah warga sebanyak 20 rumah dan satu kontarkan 10 lokal setinggi 30 cm itupun hanya merendam teras hanya selama 30 menit. Dalam jangka 30 menit air sudah surut normal kembali,” kata Duddy.

Tim BPBD KBB saat memeriksa saluran air penyebab banjir. ft istimewa

Kejadian tersebut akan terus berulang apabila terjadi curah hujan tinggi dikarenakan saluran air yang melintasi jalan gang desa mengalami penyempitan juga gorong saluran air terlalu kecil. Sementara limbah air hujan dari Perum Baloper juga pemukiman warga setempat sebagian besar terpusat di saluran tersebut. “Berdasarkan investigasi di lapangan bersama dua orang warga setempat saluran air dan gorong”yang melintasi jalan gang desa harus di perlebar juga gorong di ganti dengan lingkaran yang lebih besar,” tandasnya.

Sebelumnya, warga tiga RW di Kampung Sukamulya dan Sukamaju, Desa Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mengaku was-was setiap kali hujan deras turun. Wilayah mereka sering kali kebanjiran secara tiba-tiba akibat air kiriman dari wilayah kompleks di atasnya.

Kondisi tersebut selalu berulang selama tujuh tahun terakhir ketika musim penghujan datang. Akibatnya warga merasa trauma dan sering dihantui ketakutan terutama saat malam hari, karena dikhawatirkan saat tertidur banjir menggenang rumah mereka. ***

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *