J Balad Pertanyakan Dinsos KBB Bagi-bagi Kursi Roda di Pilkada Lalu

NGAMPARAH–Organisasi J Balad harus menelan kekecewaan. Bantuan kursi roda yang diajukan kepada Dinas Sosial (Dinsos) KBB harus dipimpong.”Terlalu banyak birokrasi yang bertele- tele tidak cepat respon seperti dinkes,” ujar Ketua J Balad, R Arie Joehari, Selasa (2/4/2019).

Padahal jelas, bantuan kursi roda yang diajukan J Balad untuk warga yang membutuhkan. “Berbeda dengan dinas kesehatan cepat respon membantu warga kurang mampu. Sedangkan dinsos hanya janji-janji saja bahkan warga sampai meningalnya hanya mengharapkan kursi roda dari dinsos tak kunjung datang,” ujar Arie.

Arie mengaku heran, saat pilkada lalu, dinsos KBB sangat mudah mengeluarkan setiap bantuan yang diminta masyarakat. “Saya heran kenapa saat pilkada kursi roda dan bantuan lain yang diminta ke dinsos sangat mudah. Tapi sekarang begitu sulitnya,” sebut Arie.

Selagi masih banyak orang yang memiliki nurani dan niat ikhlas, kata Arie J Balad akan terus berbuat untuk masyarakat yang membutuhkan. “Kita memfasilitasi mereka mendapatkan pelayanan administrasi kependudukan secara free, yang sakit tidak mampu kita upayakan supaya mendapatkan bantuan medis free, yang pra sejahtera tidak pernah mendapatkan bantuan program pemerintah dalam bentuk apapun, kita ajukan ke desa setempat agar namanya keluar di pemutakhiran data, dan kalau tidak layak mendapat program keluarga harapan karena kurang syarat, minimal bisa mendapatkan raskin rastra,” sebutnya.

J-Balad juga fasilitasi anak-anak yang mengidap bibir sumbing untuk mendapatkan pelayanan terbaik dari rumah sakit. Untuk anak-anak yang kurang beruntung yatim/piatu, terlantar J Balad galang urunan bersama- sama, juga memberikan peralatan sekolah dan sembako secara urunan. “Walaupun dinsos KBB tidak memfasilitasi kita terus jalan dan tidak akan pernah berhenti selama masih ada balad -balad yang memang berbuat. Balad -balad yang punya hati punya nurani dan kita percaya Allah SWT tidak tidur dan membantu pergerakan kita dan dibuktikan bukan hanya 1 2 3 kali saja di hari hari terakhir jelang kegiatan rezeki itu ada dan cukup,” tuturnya. (***)

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *