Isu Kota Raya Walini Kembali Mencuat, Bupati dan Dewan Harus Siap Perubahan Tatanan Politik Sosial Ekonomi

RAGAM DAERAH–Isu Kota Raya Walini kembali mencuat.  Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan  mengungkapkan ada pihak ketiga dari negara sahabat berminat akan menanamkan investasi kisaran Rp10 triliun untuk membangun dan mengembangkan wilayah Bandung Barat yang berada di sekitar wilayah Cikalongwetan yang dikenal dengan Walini.

“Memang pengembangan otonomi daerah di suatu daerah dalam mewujudkan daya saing kompetitif hanya ada di satu kata yaitu investasi. Selama ini banyak daerah termasuk KBB kalau berbicara pemenuhan kebutuhan masyarakat  yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat selalu berkutat pada hal yang bersifat klasik yaitu keterbatasan kemampuan APBD dengan berbagai masalahnya,” ujar Pemerhati Pemerintahan dan Politik, Djamu Kertabudhi, Minggu 4 Desember 2022. 

Namun untuk menarik investasi dari persaingan antardaerah sudah barang tentu secara dini bupati bersama DPRD KBB perlu memiliki semacam insentif kebijakan sebagai daya tarik tersendiri bagi investor yang sedikit banyak berpengaruh pada dampak sosial ekonomi masyarakat KBB itu sendiri.

“Artinya  sudah siapkah bupati beserta jajarannya dan DPRD mendeteksi dampak bagi daerah dan masyarakat KBB akan terjadinya perubahan tatanan politik sosial ekonomi sebagai konsekwensinya ?,” ungkap Djamu.

Maka dari itu perlibatan berbagai pemangku kepentingan dalam kapasitas “steakholder” dalam melahirkan perangkat lunak berupa  formulasi kebijakan KBB menjadi posisi penting dan strategis. Apalagi bupati sudah mencanangkan format pengembangan wilayah Waliniini bukan hanya sebagai wilayah komersial, akan tetapi bersifat residensial.

“Dalam konteks ini pemerintah pusat sudah menerbitkan Perpres No. 45 Tahun 2018 Tentang Rencana Tata Ruang Cekungan Bandung, yang salah satu substansinya tentang tentang pengembangan wilayah Walini ini sebagai pusat ekonomi regional, pusat pemerintahan regional, dan perguruan tinggi berbasis riset.  Mengambil ungkapan dari khalayak, bahwa “sesuatu yang pasti di dunia ini adalah perubahan”. Setujukah ?,” pungkas Djamu. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *