CIMAHI— Ketua Baladhika Karya KBB, Anwar Ali Mar’ie berduka. Korban ledakan gas melon bersubsidi itu adalah keluarga dari istrinya. “Kakak istri saya. Sekarang saya lagi di TKP (tempat kejadian perkara) rumahnya rata dengan tanah,” ujar Anwar kepada ragam daerah, Selasa (21/1/2020).

Anwar mengatakan, Rani Rohan (45) ibunya dan Niken Davanisa Bangun (13) anaknya, menjalani perawatan serius di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung setelah mengalami luka bakar di wajahnya. “Keduanya di rawat di RSHS. Alhamdulilah anaknya yang kecil selamat saat kejadian sedang jajan,” tuturnya.
Rencananya, Anwar akan membawa keluarga korban ke rumahnya di Baloper Padalaranf KBB. “Mau ke mana lagi. Cuman saya keluarganya,” sebutnya.
Hanya ada police line yang melingkar di TKP. Sementara, bantuan dari pemerintah maupun donatur belum ada. “Rencananya saya mau ke Mang Ali Hasan (Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat). Kalau bantuan dari pemerintah belum ada,” tandasnya.
Seperti diberitakan, Petaka kembali terjadi gara-gara gas melon 3 kg. Gas bersubsidi itu meledak membuat Rani Rohani (45) dan Niken Devanisa Bangun (13) harus luka parah.
Warga sekitar, Ivan Nur Alama, menuturkan dari kejadian itu dua korban mengalami luka berat akibat tertimpa reruntuhan bangunan yang hancur akibat ledakan. Dua korban itu yakni Rani Rohani (45 tahun) dan Niken Devanisa Bangun (13).
“Ibu Rani luka 66 persen masih di RS Dustira. Sedangkan menurut informasi dari RS Dustira adik Niken harus di rujuk ke RS Hasan Sadikin karena luka bakar 88 persen,” katanya.
Selaian membuat penghuninya luka parah, rumahnya juga di Kampung Ciseupan RT 05/07, Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi ambruk pada Senin (20/1/2020).
Dalam kejadian itu, dua korban mengalami luka parah akibat tertimpa material bangunan rumah. Kedua korban saat ini sudah di bawa ke Rumah Sakit Dustira, Kota Cimahi untuk penanganan medis. (wie)
Editor M Bowie


Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.