Hengky Diminta Segera Tentukan Sekda Apapun Konsekwensinya

RAGAM DAERAH–Rupanya Hengky Kurniawan Bupati Bandung Barat sedang mencari pembenar sebagai upaya meredam dinamika dan dialektika yang saat ini berkembang sedemikian rupa di ruang publik berkaitan dengan penentuan calon Sekda KBB. Hal itu dikatakan Pemerhati Pemerintahan dan Politik Universitas Nurtanio, Djamu Kertabudhi 1 April 2023.

“Saya beberapa kali mencoba memberikan pandangan tentang hal ini dalam bentuk tulisan terbuka. Dengan tidak bermaksud mempengaruhi beliau. Karenanya soal diterima dan atau tidak diterima merupakan haknya,” kata Kang Djamu sapaan akrabnya.

Statemen baru dari Hengky yang  muncul di media, bahwa dari tiga calon hasil seleksi terbuka PANSEL tidak ada satu pun putera daerah, memiliki KTP KBB.

“Bagi saya statemen seperti ini sangat memahaminya, dalam upaya penggiringan opini, agar calon sekda yang merupakan pilihan beliau tidak mengundang reaksi berlebihan dari unsur publik dan tetap menjaga kondisi adem di intern Pemda KBB sendiri,” sebutnya.

Namun satu hal yang patut digaris bawahi, lanjut Djamu, bahwa kinerja Pemda KBB saat ini dalam kondisi yang memerlukan “tangan dingin” sosok sekda definitif untuk mengatasi berbagai persoalan pelik.

“Seperti halnya aspek manajemen keuangan daerah yang diterpa isu defisit, manajemen aset, manajemen kepegawaian, dan manajemen pelayanan publik yang kian kompleks. Sehingga diperlukan figur Sekda yang memahami kondisi eksisting KBB yang pada gilirannya faktor “chemistry” memegang peran menentukan,” ungkapnya.

Dalam konteks pengembangan karir PNS  tidak mengenal pertimbangan putera daerah non putera daerah, apalagi syarat memiliki KTP faerah setempat.

Penerapan sistem merit yang wajib diberlakukan hanya mensyaratkan pendekatan profesionalisme dan kompetensi. Lain halnya di wilayah politik bahwa isu politik identitas merupakan isu yang selalu digulirkan.

“Akhirnya saran saya kepada beliau ini, tentukan saja segera calon sekda pilihannya, mengingat kondisi KBB akan lebih rumit apabila dibiarkan berlarut-larut tidak perlu berwacana lagi. Apapun konsekwensinya hadapi saja,” pungkas Djamu. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *