Endus Ada Praktik Jual Beli Jabatan, Bupati Langsung Kumpulkan Kepala Dinas

NGAMPARAH– Adanya indikasi jual beli jabatan jelang rotasi mutasi pejabat eselon di lingkungan Pemda KBB, Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna langsung mengumpulkan para pejabat setingkat kepala dinas di ruang rapat bupati Kantor Setda KBB lantai 3, pada Senin (6/5/2019).

Adanya rapat yang membahas indikasi jual beli jabatan yang diendus bupati itu dibenarkan salah seorang pejabat Pemda KBB yang namanya enggan disebutkan.

“Muhun kamari rapat membahas aya indikasi jual beli jabatan (Betul kemarin membahas ada indikasi jual beli jabatan, red),” ujarnya ketika dihubungi ragam, Selasa (7/5/2019).

Dirinya mengaku tidak mendengar jika di lingkungan Pemda KBB khususnya di dinasnya adanya praktik jual beli jabatan. “Saya gak apal soal itu, dan memang tidak ada. Makanya saat rapat dengan bupati yang menyebutkan ada indikasi jual beli jabatan jelang rotasi mutasi saya diam saja,” katanya.

Masalah itu pernah disinggung dalam tulisan yang dilontarkan Pengamat Pemerintahan dan Politik, Djamu Kerta Bubdhi. Dalam tulisannya begini: ciut juga nyali saya saat membaca statemen Basyaria Panjaitan Wakil Ketua KPK di media dalam acara tertentu di Pemda Jabar baru2 ini. Beliau mengungkapkan lingkaran setan korupsi. Salah satu modusnya adalah jual beli jabatan dalam mutasi jabatan ASN khususnya di Pemda. Meskipun ada mekanisme uji kompetensi yang dilakukan PANSEL yang bersifat independen namun terkesan formalitas. Lingkaran setan korupsi dalam konteks jual beli jabatan ini diuraikan bahwa Kepala Daerah mendapat uang suap dari Oknum ASN. Saat ASN itu memegang jabatan, ia menyalahgunakan wewenangnya guna mendapatkan pengembalian uangnya dengan cara tidak terpuji. Dan hal ini terus berputar di semua tingkatan jabatan. Beliau mengajak semua pihak untuk mengikis habis hal ini. Pertanyaannya, apakah statemen beliau ini bersifat kasuistis atau generalis ?, hanya Tuhan yang Maha Tahu.
Saat ini dalam satu kesempatan Bupati BB Aa Umbara mengumumkan dalam waktu dekat ini akan melakukan mutasi besar-besaran. Akankah terjadi hal serupa ?. Amit-amit jabang bayi. Naudzubillah. Meskipun tersiar rumor “ada oknum dibalik bakwan”. Saya masih berkeyakinan terhadap satu peribahasa bahwa “sebodoh-bodohnya keledai, tidak akan terperosok dalam lubang yang sama untuk kedua kalinya”. Maaf. Wassalam. Pengamat Birokrasi Djamu Kertabudhi. ***

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *