Dua Tokoh Bandung Barat Bela Ratusan TKK Satpol PP yang Dirumahķan, Ini Komentarnya

RAGAM DAERAH– Perjuangan ratusan Tenaga Kerja Kontrak (TKK) Satpol PP Kabupaten Bandung Barat yang di rumahkan  tak akan berhenti. Bahkan tersirat kabar, para TKK ini akan menggelar aksi demo kembali pada Kamis 6 Oktober 2022.  “Besok kami akan aksi kembali ” ujar salah seorang TKK Satpol PP yang namanya enggan disebutkan kepada Ragam Daerah, Rabu 5 Oktober 2022 melalui pesan whatsapp.

Bukan tanpa alasan mereka mengelar aksi kembali lantaran belum ada titik temu solusinya. Dinas yang menaungi mereka seakan membiarkan begitu saja hingga berlarut-larut. Hal itu yang disesalkan Tokoh Bandung Barat, Jajang Solihin.

Mantan Anggota DPRD KBB ini mengatakan, di rumahkan secara sepihak melanggar aturan, dan tentunya menjadi tanda tanya jika Kasatpol PP sudah koordinasi dengan Plt Bupati atau memutuskan di rumahkan dengan dalih keterbatasan anggaran.

“Ya Pak Kasatpol PP jangan bikin gaduh di Bandung Barat dengan kebijakan sepihak tersebut,” kata Jajang Solihin.

Walaupun status sudah di rumahkan, para TKK Satpol PP ini masih tetap bekerja dengan ikhlas.

Deklarator Bandung Barat, Asep Suhardi mengaku prihatin. Dia menyebutkan ada keanehan dengan adanya penerimaan TKK di Satpol PP, namun juga tiba-tiba ada pemberhentian. “Harusnya penerimaan kan dihitung dari awal. Ini solusinya sampai banyak tidak ketahuan,” katanya.

Ado sapaan akrabnya mengatakan, pemberhetian itu ada hak asasi manusia yang sesuai dengan prosedur. Salah satu contohnya kata Ado, pemberhetian di suatu perusahaan ada aturan seperti tunjangan. “Jadi ini tidak bisa diberhentikan begitu saja jadi kemanusiannya di mana?,” tanya Ado

Menurut Ado, persoalan tersebut tak semata institusi satpol saja tapi Pemda KBB. “Padahal cita-cita pemekaran untuk masyarakat KBB tapi ini masih ada yang teraniaya. Jadi cita-cita pemekaran belum selesai,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *