Drama Percintaan Berujung Penikaman Terkuak

CIMAHI – Drama percintaan yang berujung penikaman akhirnya terkuak motifnya. Itu setelah Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Cimahi menetapkan AM (23) sebagai tersangka kasus penganiayaan terhadap dua mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Achmad Yani Cimahi.

Tersangka diamankan petugas pada Minggu (21/7/2019) di kediamannya di wilayah Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang merupakan anggota salah satu geng motor.

“Sudah tersangka ditahan,” kata Kasatreskrim Polres Cimahi, AKP Yohannes Redhoi Sigiro saat ditemui di Mapolres Cimahi, Jalan Amir Mahmud baru-baru ini.

Berdasarkan keterangan dari tersangka, AM mengaku telah melakukan penganiayaan dan penusukan terhadap korban Alfi Defriansyah dan Fikri pada Sabtu (20/7) sekitar pukul 22.00

Hal itu dikuatkan dengan keterangan yang diperoleh dari para saksi dan korban. Saat diinterogasi, AM mengaku mengaku membantu temannya yang memiliki masalah dengan korban atas nama Fikri.

“Sudah ada 7 saksi yang sudah kita periksa,” ucapnya.

Ia menjelaskan, motif yang mendasari penganiayaan hingga penusukan itu didasari oleh permasalahan percintaan antara teman AM dengan korban bernama Fikri. Dia lalu mengajak anggota geng motor lainnya untuk menyerang korban.

“Jadi sebetulnya yang bermasalah bukan pelaku, tapi temannya. Pelaku dan korban ini tidak saling kenal. Mungkin merasa solidaritas antar anggota geng motor,” bebernya.

Pihaknya saat ini tengah melakukan pengembangan kasus tersebut untuk memastikan keterlibatan teman pelaku lainnya dalam aksi penyerangan tersebut.

“Sampai saat ini belum ada indikasi pelaku lain,” ujarnya.

Atas perbuatannya, pelaku AM terancam dikenakan Pasal 351 Ayat 2 KUHPidana dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Sebelumnya, insiden berdarah terjadi di
Jalan Ibu Ganirah, Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi. Tepatnya di dekat kos-kosan yang didiami korban.

Alfi salah seorang korban menuturkan, peristiwa penusukan itu bermula saat salah satu temannya melerai keributan. Namun para pelaku justru balik menyerang temannya. Pelaku diperkirakan sekitr enam orang lebih.

“Dia (Fikri) dipukul sama gerombolan itu, padahal enggak tahu masalahnya apa. Di bagian sikutnya kena tusukan,” ujar Alfi.

Melihat temannya dianiaya sekelompok orang, spontan Alfi langsung berlari keluar dan berusaha membantu temannya yang sudah tersungkur. Nahasnya, ia juga malah menjadi sasaran para pelaku yang mengenakan atribut salah satu geng motor.
“Saya juga dipukul pakai helm, terus ditusuk di bagian perut dan dada. Saya balik pukul mereka, tapi merasa pusing dan pas pegang perut basah, ternyata berdarah,” bebernya.

Penghuni kos dan warga setempat kemudian berhamburan melerai keributan, lalu membawa Alfi dan Fikri ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) salah satu rumah sakit di Kota Cimahi untuk menerima penanganan medis.

Alfi perlu mendapatkan penanganan intensif karena mendapatkan luka tusuk di bagian perut dan dada yang hampir mengenai organ vitalnya. Sedangkan Fikri sudah diperbolehkan pulang, kemarin. ****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *