Dr. Richard Lee akhirnya merayakan Idul Fitri untuk pertama kalinya setelah mengakui dirinya telah menjadi mualaf. Melalui unggahan di Instagram, ia berbagi cerita tentang perjalanan spiritualnya dan berbagai tantangan yang dihadapinya selama setahun terakhir.
Tahun Penuh Cobaan dan Kesalahpahaman
Dalam refleksi yang ia bagikan di media sosial, dr. Richard Lee mengungkapkan bahwa tahun ini bukanlah tahun yang mudah baginya. Ia harus menghadapi banyak kesalahpahaman serta berbagai cobaan yang meninggalkan luka mendalam.
“Tahun ini bukan tahun yang mudah. Ada luka yang tak terlihat, ada air mata yang ditahan dalam diam. Ada perjuangan untuk tetap berdiri tegak meski dihujat, meski dijatuhkan, meski niat baik disalahpahami,” tulisnya pada Selasa (1/4/2025).
Meskipun demikian, ia tetap berusaha untuk bertahan dan terus belajar menjadi pribadi yang lebih baik.
“Saya mungkin bukan manusia sempurna, tapi saya terus belajar untuk jujur, untuk bertahan, dan untuk memaafkan — bahkan ketika tidak ada permintaan maaf. Karena hidup bukan tentang siapa yang paling benar, tapi siapa yang tetap memilih untuk tidak menyakiti,” lanjutnya.
Ia pun mengucapkan terima kasih kepada orang-orang yang tetap percaya kepadanya dan menyampaikan permohonan maaf di momen Idul Fitri.
“Terima kasih untuk semua yang tetap percaya, dan untuk yang pernah salah paham, pintu maaf ini selalu terbuka. Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin.”
Alasan Dr. Richard Lee Mantap Menjadi Mualaf
Dr. Richard Lee juga mengungkapkan alasan yang membuatnya yakin untuk memeluk Islam. Ia mengaku sudah menjadi mualaf sejak dua tahun lalu, namun baru sekarang secara terbuka membagikan kisahnya kepada publik.
“Sebenarnya sejak dua tahun yang lalu aku sudah Islam dan selama dua tahun ini aku belajar Islam, dan sampai sekarang aku masih belajar Islam,” ungkapnya dalam wawancara di YouTube Mantra News.
Ia merasa ada kekosongan dalam hidupnya sebelum menemukan Islam.
“Aku dulu merasa sudah sempurna banget, di puncak, tapi aku merasa semuanya karena akunya hebat. Tapi aku merasa kayak ada yang kosong, aku kehilangan tujuan hidup, aku merasa tujuan hidupku cuma dunia. Kebetulan ada yang ngajarin, ada yang bimbing, itu cukup mengubah hidup aku.”
Ayat Al-Qur’an yang Mengubah Pandangannya
Salah satu hal yang menguatkan keputusannya untuk memeluk Islam adalah ayat dalam Al-Qur’an yang menurutnya sangat menyentuh hati dan mengubah cara pandangnya terhadap ujian hidup.
“Dulunya aku menganggap ujian hidupku berat. Tapi sejak satu ayat ini, aku benar-benar mengubah pandanganku tentang ujian hidup,” ujarnya.
Ia kemudian menyebut Surat Al-Baqarah ayat 155-157 sebagai ayat yang sangat berpengaruh dalam perjalanannya.
“Dan sesungguhnya Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar. Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata: Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Mereka itulah yang mendapat keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.”
Bagi dr. Richard Lee, ayat ini memberikan pemahaman bahwa setiap ujian hidup memiliki makna dan merupakan bagian dari perjalanan spiritual yang harus dijalani dengan sabar dan ikhlas.
Dengan perjalanan spiritual yang mendalam, dr. Richard Lee kini menjalani kehidupan barunya sebagai seorang Muslim dengan penuh keyakinan dan harapan untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

