Disdik Inventarisir Bangunan Sekolah Rusak

RAGAM DAERAH– Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengambil hikmah dari ambruknya benteng sekolah Sekolah Dasar Negeri (SDN)  2 Parigi di Kampung Parigi RT 02/11 Desa Tagog Apu, Kecamatan Padalarang Kabupaten Bandung Barat (KBB), lantaran tergerus hujan.

Disdik mulai menginventarisir sejumlah sekolah yang bagunnya sudah tua untuk mendapatkan perbaikan. Hal itu dilakukan untuk menghindari hal yang tidak dinginkan dikemudian hari.

“Kita akan melakukan inventarisir lapangan (bangunan sekolah rusak. Bagi sekolah yang memang benar-benar kondisi bangunannya cukup parah, tolong koordinasikan dengan kami,” ujar Kadisdik KBB, Asep Dendih, Jumat 12 Januari 2024.

Asep Dendih mengimbau agar pengelola sekolah untuk senantiasa waspada, menghadapi musim penghujan awal tahun ini.

Intensitas hujan yang cukup tinggi akhir-akhir ini, mengakibatkan sejumlah daerah longsor dan tidak sedikit menggerus sejumlah bangunan.

Salah satunya, benteng Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Parigi di Kampung Parigi RT 02/11 Desa Tagog Apu, Kecamatan Padalarang Kabupaten Bandung Barat (KBB) ambrol akibat guyuran hujan kemarin (Rabu, 11/1/2024).

Beruntung, kejadian longsor tersebut kegiatan belajar mengajar (KBM) para pelajar, sudah selesai sehingga sekolah dalam keadaan kosong.

“Alhamdulillah tidak mengganggu KBM, dan kita sedang menghitung, kayaknya tidak begitu signifikan (kerusakannya),” ujar Asep Dendih, saat ditemui di Ngamprah, Jum’at (12/1/2024).

Meski demikian, pihaknya akan memprioritaskan perbaikan benteng sekolah tersebut. Juga, bangunan sekolah-sekolah tua lainnya di bawah naungan Disdik KBB, untuk dilakukan perbaikan.

Mengingat intensitas hujan saat ini masih cukup tinggi, Asep mengimbau agar pihak sekolah untuk melakukan langkah preventif. Terutama, sekolah yang memiliki bangunan tua, agar lebih peka jika kondisi cuaca mulai ekstrim.

“Tolong utamakan keselamatan jiwa. Kalau kondisi hujan terus menerus lagi dan anak-anak masih proses KBM, ambil tindakan cepat sebagai upaya preventif, ” tegasnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *