
PARONGPONG–Anggota DPRD KBB Fraksi PKB, Ade Wawan prihatin dengan carut marutnya anggaran Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bandung Barat KBB.
Bagaimana tidak, sampai saat ini anggaran murni untuk aspirasi masyarakat atau yang tenar di sebuy dengan pokok pikiran (pokir) belum bisa dicairkan. “Sedangkan bulan ini sudah pembahasan anggaran perubahan malah pokir anggaran murni pun hilang tanpa alasan,” ujar dewan asal daerah pemilihan lima meliputi Parongpong, Cisarua Lembang ini, Selasa (21/9/2021).
Ade Wawan menyebutkan, pokir para anggota dewan merupakan hasil dari penjaringan aspirasi di masa reses yang langsung turun ke masyarakat, mendengar langsung keluhan-keluhan masyarakat terutama di masa pandemi Covid 19.
“Perlunya perhatian bantuan pemerintah daerah dalam penanganan ekonomi baik melalui sektor pertanian koperasi, UMKM dan lain sebagainya karena pandemi ini sudah lebih dari satu tahun yang sangat berdampak sekali terhadap tatanan ekonomi dan lain sebagainya,” jelasnya.
Dirinya kaget dengan program yang langsung pro rakyat dititipkan melalui pokir dewan tidak bisa cair. “Nasibnya kok seperti ini,” selorohnya.
Pihaknya mengingatkan kepada eksekutif melalui kepala daerah juga tim anggaran pemerintah daerah (TAPD), serta para kepala dinas, agar bisa melaksanakan apa yang menjadi keinginan masyarakat yang sudah dibahas bersama dan disepakati Pemkab dan DPRD yang telah menjadi Perda APBD 2021. “Ini mutlak harus dilaksanakan karena sudah menjadi amanat konstitusi,” pungkasnya. ***
