Cerita Ketua J-BALAD Soal Nenek Tunanetra Tinggal Sebatang Kara di Gubug Reot

J-BALAD bersama FSPMI mengadakan bakti sosial dalam rangka pengukuhan Korwil Cipatat – Saguling. ft istimewa.

CIPATAT— Bersyukur, bersyukur
kata yang terucap ketika mata melihat langsung apa yang terjadi di lapangan. Mengingat sejauh mana peran pemerintah dalam menjaring rakyat miskin belum maksimal.

J-BALAD bersama FSPMI yang tergabung di dalamnya, mengadakan bakti sosial dalam rangka pengukuhan Korwil Cipatat – Saguling. “Mungkin hanya meneteskan air mata dan berkataa dalam hati betapa beruntungnya kita menjadi manusia yang terlahir sempurna meskipun tidak kaya tapi masih bisa cukup untuk makan,” kata Ketua J-BALAD KBB, R Arie Joehari.

Baksos kali ini memberikan sebagian santunan kepada 26 anak yatim dan 80 lansia prasejahtera juga 20 lansia sakit dari keluarga prasejahtera. Tentunya, kata Arie, itu sedikit membantu tapi setidaknya dengan datang mencium tangannya menjadi energi positif bagi mereka, dan betapa terenyuh perasaannya.

“Bahkan mendengar saja rasanya ingin menangis ketika review kegiatan ada seorang nenek yang buta tinggal sendiri rumah bilik bambu dan triplek hendak menyalakan api mungkin ini jalan Allah mempertemukan dengan mereka supaya kita banyak bersyukur,” tutur Arie.


J-BALAD tidak hanya berjalan bersama FSPMI saja tapi bersinergi langsung dengan salah satu pilarnya yaitu JAMKESWATCH yang juga diberikan paparan tentang Jamkeswatch oleh Ayi Turganda yang memang sudah sering aktif bersinergi dengan J-Balad.

“Semoga selalu sejalan dalam membangun ini karena di luar sana masih banyak yang membutuhkan pelayanan kesehatan apalagi keluarga prasejahtera dan pelayanan masuk rumah sakit yang sulit semoga katara, karasa, katampa bukan hanya slogan sesaat tapi menjadi moodbuster buat kita untuk selalu peduli kepada yang memang membutuhkan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua FSPMI Bandung Barat Dede Rahmat dan Ketua J-BALAD, Arie Joehari turun langsung ikut baksos, dimana medan yang dilalui sangat terjal tapi tidak menyurutkan untuk menyampaikan yang menjadi hak mereka.
Dibagi beberapa tim, selain pemaparan jamkeswatch acara inipun diberikan pemahaman IKM ( industri kecil mikro ) oleh Effy Nursyifayanti salah satu ketua dari Mecamatan Lembang.

“Selamat kepada Ketua Korwil Cipatat -Saguling Ibu Sarinah yang menginisiasi acara ini dan juga amba hamba Allah yang telah membantu,” pungkas Arie. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *