NGAMPARAH– Penyakit rabies atau yang lebih dikenal sebagai penyakit anjing gila bisa mematikan. Bagaimana tidak, virus rabies ini berpindah ketika seseorang tergigit ohewan yang telah terjangkit virus tersebut sebelumnya.
Pada awalnya, penyakit rabies tidak menunjukkan gejala yang parah, tapi jika dibiarkan bisa menyebabkan kematian. Supaya terbebas dari virus tersebut, Anda bisa mengandalkan vaksin rabies.
“Kita telah menyediakan sekitar 3000 paket anti rabies secara cuma-cuma,” kata Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Unang Husni Tamrin didampingi Kepala Seksi Kesehatan Hewan Wiwin Aprianti di kantornya, Kamis (5/9/2019).
Lantas siapa saja yang memerlukan vaksin rabies ini? Apakah baru diberikan vaksin setelah digigit hewan yang terinfeksi, ataukah harus sebelumnya?
Sebenarnya, vaksin ini bisa dilakukan oleh siapapun. Namun memang, orang yang dianjurkan untuk melakukan vaksin rabies adalah orang yang berisiko tinggi terinfeksi virus tersebut.
Kelompok orang tersebut adalah dokter hewan, peternak hewan, pekerja laboratorium atau peneliti yang berhubungan dengan hewan, dan profesi lain yang melakukan kontak langsung dengan hewan.
“Kami menerjunkan empat dokter hewan dan 14 medis. Kami juga memberikan pemahaman dengan sosialisasi pada pemilik hewan peliharaan. Ya harapannya semakin banyak hewan peliharaan di vaksin virus rabies, semakin banyak juga masyarakat yang terlindungi dari virus rabies,” kata Unang.
Jika memang Anda salah satu orang yang berisiko terinfeksi virus rabies, sebaiknya segera lakukan vaksin. Berdasarkan data Badan Kesehatan Dunia, infeksi virus rabies setidaknya menyebabkan 10 juta orang meninggal dunia setiap tahunnya.
“Mudah-mudahan dari populasi 4000 bisa mencapai target 3000 vaksin untuk hewan atau 70 persen,” sambung Wiwin.
Kapan harus vaksin rabies?
Ada dua jenis vaksin rabies yang tersedia, yaitu vaksin untuk mencegah dan vaksin yang diberikan setelah seseorang terkena virus. Selain tujuan yang berbeda, keduanya dibedakan dari dosis yang diberikan.
Vaksin untuk mencegah rabies
Untuk mencegah rabies, ada 3 dosis vaksin yang harus diberikan, yaitu:
Dosis 1 : Diberikan sesuai jadwal perjanjian dengan dokter.
Dosis 2: 7 hari setelah dosis 1 diberikan
Dosis 3: Diberikan 21 hari atau 28 hari setelah dosis 1
Bila Anda salah satu orang yang berisiko sangat tinggi terserang virus rabies, maka dosis akan ditambahkan sesuai dengan kebutuhan dan rekomendasi dokter.
Vaksin setelah terinfeksi virus
Vaksin juga dibutuhkan setelah seseorang terkena virus rabies. Hal ini ditujukan supaya virus tak makin menyebar dan menimbulkan komplikasi lain. Tentu saja, keputusan vaksin akan diberikan atau tidak tergantung dengan kebutuhan dan anjuran dokter.
Biasanya, seseorang yang sudah terkena virus rabies dan belum pernah divaksinasi, harus mendapatkan 4 dosis vaksin rabies, dengan ketentuan:
Dosis segera: ini diberikan langsung setelah Anda dinyatakan terkena rabies. Selain itu, diberikan juga suntikan Rabies Immune Globulin.
Dosis tambahan: diberikan pada hari ketiga, ketujuh, dan ke-14 dari dosis segera yang diberikan.
Bagi seseorang yang sebelumnya sudah menjalani vaksinasi rabies memerlukan dua dosis vaksin rabies, yaitu:
Dosis segera: diberikan segera setelah terdeteksi rabies
Dosis tambahan: diberikan pada hari ketiga setelah dosis segera diberikan.
Tidak diperlukan pemberian obat suntikan Rabies Immune Globulin bagi orang yang sudah pernah divaksin rabies.
Apakah ada efek samping dari vaksin rabies?
Setelah melakukan vaksin, biasanya muncul beberapa efek samping ringan seperti:
Nyeri, bengkak, kemerahan di area kulit yang divaksin
Sakit kepala
Sakit perut
Otot terasa sakit
Nyeri sendi
Demam
Bintik-bintik gatal pada kulit
Tentu saja melakukan vaksin rabies jauh lebih aman ketimbang melihat efek samping yang ditimbulkan setelah vaksin. Apalagi, penyakit rabies ini cukup berbahaya dan serius. Namun, ada beberapa kondisi yang membuat Anda tidak boleh mendapatkan vaksin ini, yaitu alergi terhadap obat vaksin, memiliki HIV/AIDS atau penyakit kanker, serta sedang mengonsumsi obat penurun sistem imun.
Jika memang hal tersebut terjadi pada Anda, sebaiknya konsultasikan dulu pada dokter sebelum melakukan vaksin rabies. (buh/net)
Copyright secured by Digiprove 
