RAGAM DAERAH–Hasil Asesmen Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandung Barat menunjukkan adanya fakta buruknya penataan lahan yang hendak dibangun perumahan di lahan miring proyek pembangunan perumahan elit di Kompleks Pramestha, Desa Mekarwangi, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Diduga proyek tersebut tidak memperhatikan dampak lingkungan.
Seperti diketahui, akibat buruknya konstruksi penataan lahan yang tak memperhatikan dampak lingkungan maka bencana longsor yang meruntuhkan 12 unit bangunan rumah mewah pada Minggu (7/5/2023) tak terhindarkan.
“Berdasarkan investigasi di lapangan kondisi lokasi berada di lereng sekitar 80 derajat, dan titik longsor yang menimpa perumahan merupakan urugan,” ujar Kepala BPBD Bandung Barat Jarot Prasetyo, belum lama ini.
Kondisi tersebut, ungkap Jarot diperparah dengan tidak dibuatnya tembok penahan tanah (TPT) di lahan miring tersebut. Kontraktor hanya menggunakan pasak bumi sebagai fungsi pondasi bangunan rumah lebih dari 1 lantai.
“Pihak pengembang kurang memperhatikan konstruksi atau tidak adanya TPT di setiap jajaran perumahan, hanya mengandalkan trust atau pasak bumi yang jaraknya tidak memadai,” jelas Jarot.
Terpisah, Marketing Communication Pramestha, Ericson Tumanggor mengatakan, pihaknya langsung bergerak dengan menyiapkan tindakan segera pada kondisi yang mendesak seperti bencana.
“Kita dari pihak company Pramestha langsung bergerak cepat. Kita juga sudah panggil konsultan kita yang dari Jakarta. Kami juga sudah evaluasi hal-hal yang perlu dibenahi untuk kedepannya. Ini jadi pembelajaran bagi kita, jadi force majeure lainnya bisa kita atasi dan cegah,” kata Eric.
Eric menyampaikan, Pramestha segera lakukan evaluasi dan berkoordinasi dengan Pemkab Bandung Barat untuk melakukan langkah-langkah selanjutnya pasca bencana.
“Kami juga sudah gerak cepat pembersihan serta melakukan langkah-langkah pencegahan ke depannya dan penindaklanjutan lainnya. Kami sudah koordinasi dengan camat, nanti selanjutnya koordinasi dengan bupati. Jadi segala hal kita tampung untuk evaluasi kita,” tandasnya.***

