Penulis: Holid Nurjamil
Ketua Pusat Kajian Politik Ekonomi dan Pembangunan, Wakil Bendahara umum DPP KNPI (2015-2018), Wasekjen DPP KNPI (2018-2021).
SAAT ini Indonesia sudah menghadapi era bonus demografi, yang dimana penduduk usia produktifnya lebih besar dibandingkan usia non produktif, begitu juga di Bandung Barat.
Semangat sumpah Pemuda, Generasi muda harus jadi pemilih yang cerdas pada Pilkada.
Peran Generasi muda dalam kontestasi politik, Pilkada 2024 sangat diperhitungkan sebagai bagian penentu kemajuan dan keberhasilan demokrasi.
Dengan semangat sumpah pemuda, pemuda di KBB harus berperan. Adapun peran aktif yang bisa dilakukan oleh generasi muda adalah : 1. Dengan cara berpartisipasi dalam proses politik, menggunakan hak suara mereka untuk memilih pemimpin yang dianggap mewakili aspirasi dan kepentingan mereka, jadi generasi muda jangan apatis, karena sikap apatisme dapat mempengaruhi dinamika demokrasi dan politik.
Sikap apatisme para kaum muda menjadikan pilkada kehilangan suara secara sia-sia. Padahal suara tersebut berpotensi besar menentukan keterpilihan seorang calon bupati dan wakil Bupati.
Berdasarkan profil demografi pemilih, generasi muda yang termasuk pada pemilih kaum milenial, usia antara 17 – 40 tahun, jumlahnya sekitar 53,1% dari total pemilih di KBB.
Posisi Generasi muda KBB sangat diperhitungkan saat ini, apalagi di tahun politik khususnya pada pilkada 2024. Hal ini menunjukkan bahwa generasi muda mempunyai punya peran strategis dan pengaruh yang besar terhadap hasil pilkada dalam menentukan pemimpin untuk masa mendatang.
Agent of change/ Agen Perubahan
Peran Generasi muda dalam proses politik harus dimanfaatkan sebagai peluang dalam memberikan pengetahuan politik dalam membangun antusiasme dan kesadaran untuk ikut serta terlibat dalam proses pembangunan negara.
Generasi muda sering kali memiliki pandangan dan ide-ide segar yang dapat membantu membangun dan memperbaiki sistem demokrasi.
Mereka dapat menjadi agen perubahan dalam memperjuangkan keadilan, kesetaraan, dan kebebasan. Generasi muda dapat berperan dalam mengawasi dan memantau kinerja pemerintah, penyelenggara Pemilu (KPU, BAWASLU).
Mereka dapat mengkritik kebijakan yang dianggap tidak adil atau tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan, serta mendorong transparansi dan akuntabilitas publik.
Inovasi Teknologi
Generasi muda cenderung lebih terampil dalam penggunaan teknologi dan media sosial. Mereka dapat menggunakan platform-platform ini untuk menyebarkan informasi, memobilisasi massa, dan mendukung perubahan positif dalam sistem demokrasi.
Menjadi pemilih yang cerdas, dengan menggunakan kemajuan teknologi dengan baik, menyebarkan kebaikan dan informasi yang berguna, tidak menyebarkan Hoak yang dapat memecah belah persatuan bangsa, selalu menjunjung tinggi nilai-nilai sumpah pemuda.
Menurut data BPS Pemuda di Kabupaten Bandung Barat yang menggunakan internet sebesar 94 %. Dengan menjadi pemilih yang cerdas pada Pilkada 27 November nanti, generasi muda akan memilih calon pemimpin yang layak dan pantas untuk memimpin kabupaten bandung barat lima tahun ke depan.
Karena generasi muda di identikkan sebagai pemilih yang rasional, maka mereka akan mencari tahu ketokohan para calonnya, rekam jejaknya, visi dan misi yang ditawarkannya, terutama yang berkaitan dgn solusi mengatasi Tingkat Pengganguran Terbuka (TPT) dan angka kemiskinan yang juga masih tinggi.
Dengan melihat hasil survei terakhir, dimana selisih ketiga pasangan calon masih tipis diangka 2%, swing voter masih diangka 19% (di dominasi oleh kaum muda, yang berpendidikan tinggi). Bisa jadi, pemenang Pilkada nanti ditentukan oleh dukungan suara dari Generasi muda.***

