NGAMPRAH- Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Paku Pajajaran Kabulaten Bandung Barat, Bemi Mulyana, mempertanyakan pembangunan kirmir Desa Kertamulya yang ambruk.
Bemi mengatakan, pekerjaan kontruksi itu belum setahu namun telah ambruk. “Ini harus diusut tuntas oleh pemerintahan dan tidak ada saluran air dari manapun. Kenapa ini belum satu tahun setelah pekerjaan kontruksi beres sudah ambruk,” katanya, Kamis (3/4/2020).
Pekerjaan yang dimenangkan pihak ketiga PT Dama Jaya Abadi yang beralamat di Kp, Cibogor, RT 5/8, Desa Pamekaran, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, kata Bemi, jelek dalam pengerjaannya.
“Pekerjaan ini jelek masa belum satu tahun telah roboh kembali,” sebut Bemi.
Pekerjaan tersebut memakai anggaran APBD KBB Tahun 2019 dengan nilai proyek Rp. 199 juta.(zen)
2020-04-02

