Balon Cakades Kertajaya Deri Sulaiman Bantu Cetakan 670 E-KTP Warga

Warga RT 03/14 Desa Kertajaya, Kecamatan Padalarang, KBB menunjukkan E-KTP yang dibantu oleh Balon Cakades Kertajaya Deri Sulaiman. ft istimewa

PADALARANG– Bakal Calon (Balon) Kepala Desa (Cakades) Kertajaya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Deri Sulaiman membuat gerakan sosial.

Setidaknya, sudah tercetak 670 E-KTP warga secara gratis yang dibantu melalui kerjasama keluaraga besar Manggala Kertajaya.

Dalam vidio durasi 26 detik itu, warga kompak mengucapkan terima kasih dengan program e-KTP gratis tersebut.

“Asslamualaikum warohmatulohi wabarokatu. Ka Bapak Deri hatur nuhun tos ngabantos ngadamelken KTP kanggo warga RT 03 RW 14,” kata warga kompak sambil menunjukkan E-KTP yang sudah jadi.

Deri pun mengucapkan terima kasih kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) yang sudah membantu warga dalam pencetakan E-KTP. “Itu bagian dari program nyata saya ke depannya membantu warga dalam pembuatan E-KTP selain program pembangunan daerah dan ekonomi kreatif,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), Kabupaten Bandung Barat (KBB), telah merampungkan target perekaman KTP elektronik (KTP-el) di tahun 2020.

Berdasarkan catatan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) KBB, wajib KTP sebanyak 1.191.507, yang sudah melakukan perekaman data ada sebanyak 1.191.549. Jumlah tersebut tersebar di 16 Kecamatan di KBB dengan total jumlah penduduk 1.712.348.

“Untuk target perekaman data wajib KTP tahun lalu, kami berhasil mencapai 100% lebih. Sementara tahun 2019 persentase perekaman dalam setahun hanya 96%,” kata Kepala Disdukcapil KBB, Hendra Trismayadi, belum lama ini.

Angka tersebut adalah hasil perekaman yang dilakukan selama Januari-Desember 2020. Wajib KTP paling banyak terdapat di Kecamatan Lembang yakni 132.212 orang, Padalarang sebanyak 124.668 orang, dan Ngamprah sebanyak 122.538 orang.

“Sedangkan yang paling sedikit itu ada di Kecamatan Saguling, wajib KTP yang tercatat itu hanya 22.693 orang,” jelasnya.

Menurutnya, dari yang sudah melakukan perekaman data sebanyak 1.191.549 orang, yang sudah memiliki KTPEL adalah 1.190.241

“Untuk itu pencetakan wajib KTP yang sudah direkam terus dilakukan karena administrasi kependudukan dinamis maka jumlahnya pasti akan ada penambahan,” terangnya.

Hendra memastikan, meskipun sedang dalam kondisi pandemi Covid-19, tetapi pelayanan perekaman KTP-el tidak terhambat. Pelayanan secara mobile terus berjalan dengan melakukan pola jemput bola ke daerah-daerah pelosok.

“Administrasi kependudukan baik akta kelahiran ataupun KTP sifatnya dinamis. Warga baru lahir dan yang menginjak usia 17 tahun selalu ada. Untuk itu kami terus jemput bola ke masyarakat agar keperluan adminduk warga dapat terlayani,” terangnya.

Program yang saat ini tengah digenjot yakni Jebol Darling (Jemput bola kendaraan keliling). Bahkan untuk pencetakan adminduk sudah bisa dilakukan di desa dan kecamatan. Sedangkan KTP-el bisa juga dicetak di kendaraan keliling dengan kuota antara 100-150 keping per hari.

“Ada dua unit kendaraan yang dioperasikan untuk Jebol Darling, kami berharap ada penambahan supaya pelayanan bisa lebih maksimal lagi,” pungkasnya. ***

2 Komentar

  1. beresin dulu urusan…woyyy

  2. diharap warga cerdas memilih melihat rekam jejak kandidat, kl salah maka kerugian biaya pilkades sia2, jgn krn simerah dan pencitraan, maka warga jd tdk cerdas, dan kami senyum melihat dari kejauhan krn kami tau. rekam jejak seseorang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *