LEMBANG– Erupsi Gunung Tangkubanparahu di kawasan Lembang, KBB, membuat panik sejumlah aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Bandung Barat yang kebetulan berdomisili di Lembang.
Efi Kasubag Pemberitaan Setda Pemda KBB, kebetulan rumahnya di Lembang, tak jauh dari lokasi Tangkubanparahu. Jaraknya diperkirakan hanya 5 kilo meter dari pusat Kota Lembang menuju lokasi.
“Sampai sekarang di Lembang tetap kondusip hanya mungkin tadi sempat ramai karena banyak beredar video di seputaran objek wisata Gunung Tangkubanparahu. Tapi masyarakat banyak yang mengimbau melalui medsos wa/ig agar tetap hati-hati dan waspada,” kata Efi dihubungi redaksi, Jumat (26/7/2019).
Begitu juga dengan Ketua KNPI KBB, Lili Supriatna saat ini tengah dirundung ke galauan akibat erupsi dari Gunung Tangkubanparahu Lembang. Apalagi rumahnya di sekitaran CiÄ·ole hanya berjarak dua kilo meter dari lokasi.
“Sehubungan dengan erupsinya Tangkubanparahu diharapkan warga agar tenang, waspada dan siaga juga jangan terprovokasi isu-isu yg tidak benar informasinya. Informasi yang disampaikan haruslah dari instansi terkait sehingga masyarakat tidak resah dan panik, dan sampai saat ini tidak ada informasi mengharuskan warga yang bertempat tinggal di dekat hutan Gunung Tangkubanparahu untuk mengungsi. Mohon tetap tenang dan waspada serta beraktivitas seperti biasanya,” pesan Lili.
Ustad Ali Kurniawan ASN di BKD KBB mengatakan, situasi Lembang relatif aman namun tetap siaga. “Imbauan kami sampaikan kepada masyarakat agar tenang tapi waspada, dan kami barusan doa bersama di Mesjid Raya Lembang untuk keselamatan semua,” tuturnya.
Begitu juga di sekitaran rumah Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna terpantau tidak ada abu vulkanik yang sampai ke rumahnya. “Alhamdulilah aman dan kebetulan bapak (bupati, red) sedang ada giat di luar,” kata Ajudan Kemal dihubungi.
Melalui akun Instagramnya, Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna mengimbau agar masyarakat tetap tenang namun harus waspada. “Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah berkerja sama dengan TNI dan Polri membuka posko tanggap darurat untuk informasi dan pembagian masker dan lain-lain,” tandas Bupati.
Kapolsek Lembang Kompol Sutarman SH, Panit I IK Lembang Iptu Dindin serta personil Polsek Lembang, Brimob Den B Cikole , BNPB, BKSDA dan pengelola, sedang melakukan evakuasi terhadap para pengunjung. Berita ini diturunkan, pengunjung sudah meninggalkan lokasi. Taman Wisata Alam Tangkubanparahu pun dinyatakan aman.
Namun dengan adanya kejadian tersebut, abu vulkanik menyebar ke wiilayah Desa Cikole, Kecamatan Lembang KBB, situasi pun masih kondusif.
Gunung Tangkubanparahu, Lembang KBB mengalami erupsi pada Jumat (26/7/2019) sekitar pukul 15.48 dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 200 meter di atas puncak atau sekitar 2.284 m di atas permukaan laut.
Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur laut dan selatan.
Kepala Pusat Vulkanologi Meteorologi dan Mitigasi Bencana (PVMBG) Badan Geologi, Kasbani mengatakan, erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 38 mm dan durasi sekitar 5 menit 30 detik. Saat ini Gunung Tangkuban Parahu berada pada status level I atau normal. ****
Copyright secured by Digiprove 
