
NGAMPRAH- Perang terhadap hoak digencarkan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Bandung Barat (KBB). Soal itu, GP Ansor KBB mengeluarkan sikap resmi terkait maraknya berita hoak yang sering menyebar akhir-akhir ini.
Ketua Ansor Bandung Barat, Cecep Nedi Sugilar mengatakan Ansor Bandung Barat mengutuk keras para pembuat berita bohong yang sering meresahkan masyarakat. Ia menilai tindakan tersebut merupakan bentuk kejahatan yang tidak bisa ditolerir. Menurutnya, berita bohong bisa mengakibatkan berbagai kehancuran, baik dalam konteks beragama maupun bernegara.
“Kita jadi saling curiga akibat adanya berita hoak. Masyarakat banyak yang dibuat resah, hingga kadang sampai bermusuhan. Berita hoak sangat merusak. Kita bisa melihat negara timur tengah banyak yang berperang gara-gara fitnah dan adu domba, yang tidak lain karena hoak,” ujarnya di Ngamprah, Kamis (29/3/2018).
Sementara itu, Wakil Ketua GP Ansor KBB yang juga praktisi media, Ang Rifkiyal mengatakan, masyarakat saat ini sudah pintar memilih mana berita bernuansa hoak atau bukan.
“Saya rasa masyarakat sudah tahu bahwa banyak berita hoak yang beredar di media. Tapi anehnya, kesadaran untuk melakukan tabayun dan melakukan filtrasi informasi masih kurang. Ujung-jungnya, setiap ada berita, masih saja ditelan mentah-mentah. Ketika beritanya bohong, ya, dibohongi lagi,” ujarnya.
Ansor Bandung Barat sendiri secara tegas mendeklarasikan gerakan anti hoak. Hal ini selaras dengan program Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor yang sudah mengintruksikan semua kadernya untuk memerangi berita hoak. Bahkan, beberapa diantaranya sudah membuat tim khusus untuk menangkal persebaran berita hoak. (wie)
Copyright secured by Digiprove 