Kadisdukcasip KBB Jawab ‘Kicauan’ Dewan Hanura

 

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Kadisdukcasip) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Wahyu Diguna

NGAMPRAH- Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Kadisdukcasip) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Wahyu Diguna menjawab ‘kicauan’ Ketua Fraksi Hanura DPRD KBB, Teddy Heryadi terkait pelayanan elektronik KTP (E-KTP) yang tidak kunjung selesai hingga setahun.

“Study tirunya jangan out put saja sebaiknya daya dukungnya sudah seimbang atau belum. Taroskeun (tanya) dan analisa dengan tajam, masih untung di KBB bisa pilkada dengan baik dan sukses,” kata Wahyu melalui pesan whatsApp diterima redaksi ragam, Senin (13/8/2018).

Wahyu menyangkan masih ada masyarakat yang enggan mengurus pembuatan E-KTP secara langsung datang ke Kantor Disdukcasip.
“Kalau masalah cetak itulah masalahnya dan itu tinggal sedikit lagi karena ada masyarakat yang malas, sok sibuk, sok banyak uang, sok paham padahal tidak mengerti sehingga malas dan menyuruh dan yang disuruh tidak paham bahkan ironisnya yang bersangkutan ada yang belum rekam dan faktor gangguan hambatan tangtangan dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” bebernya.

Ganguan teknis yang menjadi permasalahan pencetakan E-KTP Wahyu mengaku sudah normal kembali.
“Alhamdulillah sekarang sudah relatif normal dan mereka sudah menyadari datang dan antre sehari bisa 200 orang lebih atau one day service,” ungkapnya.

Kendati begitu, pihaknya tidak sependapat jika KBB disamkan dengan Kota Surabaya dalam pelayanan E-KTP. “Tahu dari mana Bapak dewan yang terhormat? Kota dengan kabupaten tidak bisa disamakan perlakuannya. Jika anggota Hanura lancar-lancar saja tuh sudah diteliti dan diferivikasi dulu sebelum meminta pencetakan,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Ketua Fraksi Hanura DPRD KBB, Teddy Heryadi menyayangkan masih ditemukan pembuatan elektronik KTP (e-KTP) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) sudah setahun belum beres. Kasus tersebut diakui Teddy saat dirinya menyerap aspirasi langsung ketika bertemu langsung dengan masyarakat di daerah pemilihannya Batujajar, Cihampelas, dan Cililin. “Saya tanya langsung kepada masyarakat kenapa bisa sampai satahun, masyarakat bilang blangko habis terus tinta juga habis,” kata Teddy di Cililin, Senin (13/8/2018). (wie)

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *