
CIMAHI – Upaya mendongkrak popularitas suatu daerah tidak harus selalu mengedepankan potensi wisata dan pembangunan infrastrukturnya saja.
Selain dua potensi yang sepertinya menjadi suatu keharusan itu, salah satu sektor yang bisa dimanfaatkan yakni, pengembangan seni budaya. Terlebih, bidang tersebut memiliki daya tarik tersendiri dan memiliki nilai edukasi, yang bisa dikembangkan dalam peningkatan ekonomi.
Sabtu malam (31/3), Kota Cimahi kedatangan tamu dari Badan Perfilman Indonesia (BPI) Direktorat Seni Media dan Pusat Pengembangan (Pusbang) Film, yang didukung pula oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan (Kemedikbud) Republik Indonesia (RI).
Dalam kesempatan itu, BPI menggelar acara “Cimahi City Show” dengan Video Mapping. Lokasi yang dipilih adalah Gedung Historic, Jalan Gatot Subroto Kota Cimahi.
Pemutaran film ini, turut diramaikan dengan delapan film pendek hasil kreasi dari Cimahi Creative Association dan Kampung Film Bandung.
Ketua Bidang Pendanaan, BPI Celerina Judisari, mengatakan, selain dalam rangka memperingati Hari Film Nasional (HFN) 2018, diharapkan event ini menjadi titik balik masyarakat untuk lebih mengenal dan tidak lupa akan sejarah yang pernah ada di Cimahi.
“Intinya, mendorong masyarakat agar tetap mencintai peninggalan budaya dan tergerak untuk berkesenian,” tuturnya.
Dia menjelaskan, dipilihnya Kota Cimahi sebagai lokasi kegiatan tersebut lantaran, berkaitan dengan upaya memberikan dukungan kepada masyarakat setempat agar mampu mengkolaborasikan sebuah karya seni dengan kehidupan sehari-hari.
“Saya rasa Cimahi ini merupakan kota unik yang kental dengan kemiliterannya. Sehingga, dikehidupan ini dapat dinarasikan dan divisualisasikan ke dalam sebuah konten berupa film panjang maupun pendek, animasi, bahkan disajikan melalui sebuah video mapping,” ungkapnya.
Menurut dia, upaya mendukung masyarakat dalam mengembangkan kreatifitas di dunia perfilman khususnya di Kota Cimahi, diperlukan sarana dan prasarana. Bahkan, kata dia, jika Cimahi memiliki home teater atau bioskop bisa dijadikan sebagai alat referensi masyarakat untuk, mengembangkan bakatnya di dunia perfilman.
“Kalau misalkan Cimahi punya bioskop, selain sebagai sarana pendukung bisa juga menjadi salah satu cara meningkatkan pendapatan daerah dibidang seni khususnya perfilman,” tuturnya.
Sementara itu, Direktur Kesenian Kemendikbud Restu Gunawan menambahkan, saati ini seni dan teknologi merupakan suatu perpaduan yang tidak bisa dijauhkan dan keberadaannya akan terus berkembang.
“Sehingga perlu dorongan pihak pemerintah setempat dalam membantu mengakomodir segala kebutuhanya,” katanya
Jika melihat antusias masyarakat yang datang pada saat pemutaran video mapping Di gedung Historic, kata dia, hal itu memberikan sinyal positif dalam bidang seni perfilman. Artinya, masyarakat Cimahi mulai menyadari bahwa, banyak sekali potensi yang bisa diangkat dan menjadikan sebuah industri kreatif.
Sekarang, di Cimahi sudah mulai tumbuh beberapa komunitas yang bergelut di bidang perfilman.
“Maka, tinggal bagaimana masyarakat membangun sinergitas dengan pihak pemerintah. Kalau memilki tujuan yang sama, jelas pemerintah harus mendorong kegiatan positif ini,” ucapnya.
Pengadaan sarana bioskop di Kota Cimahi yang diutarakan pegiat seni perfilman itu, mendapat respon dari pihak Pemkot Cimahi. (mon)
Copyright secured by Digiprove 