1. Pendahuluan
Salah satu perdebatan utama dalam kajian historis Perjanjian Baru adalah bagaimana menerjemahkan kata Yunani πρῶτος (prōtos) dalam Lukas 2:2. Sebagian apologet modern berusaha menafsirkan ayat ini sebagai “sensus ini terjadi sebelum Quirinius menjadi gubernur Suriah”, untuk menyelaraskan catatan Injil dengan sejarah Romawi. Namun, analisis linguistik dan bukti dari naskah kuno menunjukkan bahwa makna yang benar adalah “sensus ini pertama kali terjadi saat Quirinius menjadi gubernur Suriah”.
2. Teks Asli dan Terjemahan
Lukas 2:2 dalam bahasa Yunani
Αὕτη ἀπογραφὴ πρῶτη ἐγένετο ἡγεμονεύοντος τῆς Συρίας Κυρηνίου.
Terjemahan harfiah: “Sensus ini pertama kali terjadi saat Quirinius menjadi gubernur Suriah.”
Poin utama: Kata πρῶτος (prōtos) dalam konstruksi ini berarti “pertama”, bukan “sebelum”.
3. Bukti dari Naskah Kuno
a. Papirus Bodmer (P75, abad ke-2/3 M)
Papirus ini adalah salah satu manuskrip tertua yang masih ada dari Injil Lukas. Dalam P75, Lukas 2:2 tetap mempertahankan kata πρῶτος, tanpa indikasi bahwa artinya “sebelum”. Jika arti “sebelum” dimaksudkan, maka Lukas kemungkinan besar akan menggunakan kata “πρό” (pro) atau “πρότερον” (proteron).
b. Vetus Latina (Terjemahan Latin Kuno, abad ke-2 M)
Dalam Vetus Latina, Lukas 2:2 diterjemahkan sebagai:
Haec descriptio prima facta est praeside Syriae Quirino.
“Sensus ini pertama kali terjadi saat Quirinius menjadi gubernur Suriah.”
Terjemahan ini konsisten dengan pemahaman bahwa πρῶτος berarti “pertama”, bukan “sebelum”.
c. Vulgata (abad ke-4 M, oleh St. Hieronimus)
St. Hieronimus dalam Vulgata menerjemahkan Lukas 2:2 dengan cara yang sama:
Haec descriptio prima facta est praeside Syriae Quirino.
Kembali, tidak ada indikasi bahwa teks ini berarti “sebelum”.
4. Bukti Linguistik: Analisis Kata “πρῶτος”
Beberapa apologet berargumen bahwa πρῶτος dalam konteks tertentu dapat berarti “sebelum”, dengan merujuk pada Yohanes 1:15:
ὅτι πρῶτός μου ἦν.
Terjemahan umum: “Karena Dia lebih dahulu dariku.”
Namun, ada perbedaan penting:
- Dalam Yohanes 1:15, kata πρῶτος diikuti oleh kata ganti kepunyaan “μου” (mou, “dariku”), yang mengubah makna ke dalam konteks perbandingan waktu.
- Dalam Lukas 2:2, πρῶτος berdiri sendiri tanpa modifikasi apa pun.
- Jika Lukas ingin mengatakan “sebelum”, dia bisa menggunakan kata “πρό” (pro) atau “πρότερον” (proteron), yang jelas berarti “sebelum” dalam bahasa Yunani.
5. Bukti Sejarah: Jabatan Quirinius dan Sensus
a. Prasasti Tivoli
- Prasasti ini menunjukkan bahwa Quirinius menjabat sebagai gubernur Suriah setelah tahun 6 M.
- Tidak ada catatan bahwa dia memimpin sensus di Yudea sebelum itu.
b. Prasasti Lapis Venetus
- Menunjukkan bahwa Quirinius memiliki peran militer sebelum menjadi gubernur, tetapi bukan sebagai pemimpin administratif Suriah.
Kesimpulan Sejarah:
- Quirinius hanya menjadi gubernur Suriah setelah tahun 6 M.
- Tidak ada bukti bahwa ia mengadakan sensus sebelum itu.
- Oleh karena itu, menerjemahkan πρῶτος sebagai “sebelum” adalah upaya apologetik yang tidak memiliki dasar historis.
6. Kesimpulan
Dari bukti linguistik dan sejarah, kita dapat menyimpulkan bahwa:
- Naskah Yunani tertua dan terjemahan Latin awal selalu menerjemahkan πρῶτος sebagai “pertama”, bukan “sebelum”.
- Secara linguistik, jika Lukas ingin mengatakan “sebelum”, ia akan menggunakan πρό atau πρότερον.
- Bukti sejarah menunjukkan bahwa Quirinius tidak menjabat sebagai gubernur sebelum 6 M, sehingga menerjemahkan “πρῶτος” sebagai “sebelum” adalah usaha modern untuk menyelaraskan teks dengan sejarah, bukan terjemahan yang akurat.
Dengan demikian, klaim bahwa Lukas 2:2 seharusnya diterjemahkan sebagai “sebelum Quirinius menjadi gubernur” tidak didukung oleh bukti filologis maupun historis. Sebaliknya, terjemahan yang benar tetap “sensus ini pertama kali terjadi saat Quirinius menjadi gubernur Suriah”.

