Rohiman ART Korban Kekerasan Majikan Menangis Saat Dijenguk Ketua PKB

RAGAM DAERAH– Rombongan DPC PKB Kabupaten Bandung Barat (KBB) menjenguk  Rohimah seorang warga Garut  di Kabupaten Bandung Barat yang mengalami tindak kekerasan dari sang majikan. Dia padahal baru bekerja selama lima bulan sebagai asisten rumah tangga (ART), setelah berpisah dengan sang suami demi menghidupi anak sulungnya.

Rohimah mengalami luka di bagian wajah, diduga akibat penganiayaan yang dilakukan oleh pasutri bernama Yulio Kristiawan (29) dan Loura Francilia (29) yang tak lain adalah majikannya.

Ketua DPC PKB Asep Dedi juga Anggota DPRD KBB Wendi Sukmawijaya, Ade Wawan, Agan serta istri dari anggota DPR RI Cuncun Samsurijal, menjenguk Rohimah yang terbaring di salah satu ruangan rawat inap Rumah Sakit Bhayangkara, Selasa 1 November 2022. Bahkan Rohiman menangis haru, ketika diberi semangat oleh Ketua PKB.


Ibu Rohimah serta anaknya yang masih berusia 8 tahun, nampak sedih ketika mendapat kunjungan tersebut. Bahkan Ibu Rohiman beberapa kali harus ditenangkan lantaran sedih dengan kondisi anaknya tersebut.

Anggota DPRD KBB Fraksi PKB, Wendi Sukmawijaya menyesalkan dengan tindakan kekerasan yang terjadi terhadap Rohiman. “Kami minta kepada Pemda Bandung Barat agar memperhatikan secara serius supaya kasus seperti Ibu Rohimah tidak terulang kembali,” kata Wendi.

Pihaknya berupa mendorong agar para pekerja khususnya asisten rumah tangga bisa mendapat perlindungan hukum secara khusus. “Setelah ada undang-undang terhadap perlindungan asisten rumah tangga bisa ditindaklanjuti melalui peraturan daerah,” ungkapnya.

Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Asep Dedi menyinggung Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan tidak memiliki rasa empati dan peduli terhadap korban kekerasan yang menimpa asisten rumah tangga (ART).

Diketahui sebelumnya, seorang ART asal Kabupaten Garut menjadi korban tindak kekerasan yang dilakukan oleh majikannya sendiri di Perumahan Bukit Permata, Block G1, RT 04 RW 22, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, KBB beberapa waktu lalu.

Atas tindak penyiksaan itu, korban atas nama Rohimah (29) mengalami luka bekas pukulan di bagian wajah, kedua lengan dan punggung. Kini korban tengah menjalani perawatan di RS Sartika Asih Bandung.

Saya belum melihat beliau (Hengky) datang untuk menjenguk atau melihat kondisi ibu Rohimah korban kekerasan,” ungkap Asep kepada wartawan, Selasa (1/11/2022).

Persoalan ini, kata Asep, jangan melihat Rohimah bukan warga Bandung Barat akan tetapi, harus dilihat dari sisi kemanusiaannya. Selain itu, tindakan kekerasan yang dialami oleh Rohimah ini berada di wilayah KBB.

Ini persoalan kemanusiaan loh. PKB Bandung Barat tidak melihat korban sebagai warga Bandung Barat-nya atau bukan, tapi ini bentuk kemanusiaan dan kejadiannya di Bandung Barat,” tegasnya.

Menurutnya, sebagai pemimpin di daerah, seharusnya Hengky peka dalam kasus kekerasan ini.

Plt Bupati juga harus mengambil satu langkah dalam konteks kasus ini sesuai dengan kapasitas dan kebijakannya kan gitu. Minimal harus ada perhatian dong, jangan melihat warga Bandung Barat atau bukannya,” Asep mengakhiri. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *