Tidak Sehat, Ketua PSTI Minta Proses Penjaringan Balon Ketua KONI KBB Harus Diulang

Asep Suhardi

NGAMPRAH– Penjaringan Ketua Umum KONI KBB periode 2021-2025 tidak sehat.
Ketua Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kabupaten Bandung Barat (KBB) Asep Suhardi minta Plt. Ketua KONI KBB harus menijau ulang proses penjaringan.

“Mental juara itu harus dimulai dari pengurus KONI, pengurus cabor dan atlet nya. Kalau proses pemilihan ketua KONI saja tidak sehat mau bermental juara bagaimana? Saya mengimbau Plt. Ketua KONI KBB harus menijau ulang proses penjaringan,” kata Asep Suhardi di Padalarang, Sabtu 4 Desember 2021.

Menurutnya, alangkah lebih baik pemilihan atau penjaringan diulang supaya hasilnya sesuai harapan. Buka seluas-luasnya untuk pendaftaran bakal calon ketua.

“Saya melihat persyaratan 20 persen untuk pendaftaran bakal calon ketua tidak tercantum dalam anggaran dasar maupun anggaran rumah tangga KONI. Syarat itu terkesan dipaksakan, sehingga dari pendaftar yang mengambil formulir hanya tiga calon yang mengembalikan formulir,” ungkapnya.

Ia menganalisa dari tiga calon yang akan lolos dari penjaringan setelah verifikasi hanya akan  menyisakan satu calon yang lolos. Karena ada beberapa cabor yang membuat dukungan ganda bahkan ada yang membuat dukungan ke tiga calon.
“Saya memprediksi pemilihan Ketua KONI KBB akan terjadi aklamasi. Yang menjadi persoalan bukan masalah aklamasinya, tapi dari proses dan persyaratan yang kurang sehat,” tandasnya.

Asep menambahkan, harusnya dari awal dibuka seluas-luasnya tanpa syarat. Karena dengan syarat yang ditetapkan membuka ruang ruang pragmatis atau jual beli surat dukungan.

“Saya tidak mau, praktik jual beli suara yang selama ini terjadi di dunia politik kita dibawa ke olahraga. Bahaya kalau sampa terjadi, makanya PSTI tak memberikan surat dukungan kepada satupun bakal calon,” tegasnya.
Ia pun menyoroti persyaratan tentang dukungan ganda yang dinyatakan gugur. Namun sayangnya, tidak tertuang aturan apabila ditemukan jual beli surat dukungan atau money politics akan digugurkan.

“Artinya dengan syarat yang kurang jelas dan tidak tegas ini akan menimbul kan kekisruhan pascapemilihan Jadi intinya mending sempurnakan dulu persiapan dan persyaratan untuk bakal calon sehingga yang kalah akan menerima kekalahannya” paparnya

“Kalau memang KONI KBB ingin mendulang emas di Porprov Jabar, maka KONI dan cabornya harus mempersiapkan diri menjadi mental juara,” tukasnya.

Sebelumnya diberitakan, tiga bakal calon yang memgembalikan berkas ke tim penjaringan balon Ketum KONI KBB adalah Wakil Ketua Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Jabar, Yakub Anwar Lewi, Mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jabar, Yudha M Saputra, dan Fajar Taufik. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *