Hafid Cikal (15) seorang pembalap muda asal Bandung Barat yang diprediksi bakal mewakili Jawa Barat berlaga di PON XX Papua 2021. Ft istimewa
NGAMPRAH– Pekan Olahraga Nasional (PON) XX yang akan dilaksanakan 2-13 Oktober 2021 di Jayapura mulai jadi sorotan publik.
Bagaimana tidak, Gubernur Papua Lukas Enembe sempat meminta penundaan pelaksanaan PON XX Papua 2021 kepada Wakil Presiden Ma’ruf Amin di Jakarta, pada 24 Februari 2021.
Hal tersebut terjadi lantaran kasus COVID-19 di Papua masih sangat memperihatinkan.
Kendati demikan, meski belum ada kepastian namun semangat para atlet untuk berjuang, dan membuktikan jadi yang terbaik tetap terjaga.
Salah satunya, Hafid Cikal (15) seorang pembalap muda asal Bandung Barat yang diprediksi bakal mewakili Jawa Barat berlaga di PON XX Papua 2021.
Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) KBB, Dedy Sugiana Yudha mengatakan, meski usianya baru menginjak (15) tahun, namun kemampuannya dalam mengendarai kuda besi tak diragukan lagi.
“Dia (Cikal) sudah mampu bersaing dengan pembalap yang usianya jauh lebih tua dari dirinya,” kata Dedy kepada wartawan melalui pesan singkat WhatsApp, Minggu ( 28/2/2021).
Dedy menjelaskan, tidak ada program latihan khusus yang diberikan kepada Cikal. Namun, porsi untuk latihan fisik yang ditambah, termasuk jumlah lapnya juga.
“Jadi biar terbiasa nanti ikut balapan yang 20 menit ditambah 2 lap nantinya,” jelasnya.
Dikatakan Dedy, Cikal sudah menuai beragam prestasi, seperti di Jabar Open, juara 1 di Banten, juara 1 kejurda, kejurnas dan berbagai kejuaraan lainnya.
“Banyak prestasi yang udah dicapai sama Cikal,” katanya.
Selain itu, berbagai persiapan lain yang dilakukan IMI KBB adalah melakukan pembenahan sirkuit untuk latihan. “Alhamdulillah sirkuitnya sudah ada, meski seadanya,” imbuhnya.
Dedy mengaku, strategi yang disiapkan adalah melatih fisik para atletnya, karena pihaknya menargetkan emas jika perwakilan dari KBB turun di PON nantinya.
“Lima hari dalam seminggu fisik atlet dilatih, sedangkan untuk balap seminggu tiga kali,” ujarnya.
Dari Bandung Barat, lanjut Dedy, rencananya akan ada delapan orang yang berlaga di sirkuit. Dua di antaranya Hafid Cikal dan Deka Pratama.
“Keduanya akan mengikuti seleksi bulan-bulan ini,” ujarnya.
Disinggung soal kendala yang dihadapi, Dedy mengatakan, kendala yang dihadapi cukup berat, terlebih di tengah pandemi COVID-19.
Pasalnya, banyak event yang berkurang, termasuk uji tanding pun terhambat. “Tahun ini, kami malah gak punya sponsor,” ujarnya.
Dedy berharap, perhatian dari pemerintah terutama dari sarana dan prasarana. Mengingat, cabor yang dipimpinnya tidak pernah mendapatkan fasilitas, baik berupa sirkuit
“Kami gak dapat bantuan, malah sirkuit dibangun secara mandiri di Cirawamekar, Cipatat. Itu pun dari orang Bumdes yang suka otomotif,” ujarnya.
“Dari KONI KBB pun mungkin belum karena pandemi. Mudah-mudahan bisa terlaksana punya sirkuit untuk balapan, karena miris juga kita balapan tapi gak punya sirkuit dan motor latihan,” tandasnya. Sebelumnya, ada sekitar 37 cabang olahraga (Cabor) yang akan dipertandingkan dalam laga PON XX Papua 2021.*

