LEMBANG– Kawasan wisata Lembang menjadi megnet tersendiri bagi pelancong luar Jawa Barat. Tak heran begitu ‘rantai’ Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dibuka 12 Juni lalu, langsung diserbu wisatawan. Kebanyakan, para wisatawan dari Jakarta.
Namun, pengelola wisatawan sepakat menolak para wisatawan luar Jawa Barat. Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna mengatakan, pada Sabtu (13/6/2020) hampir 70 mobil dari Jakarta hendak ke Farmhouse,The Lodge juga Grafika tapi ditolak pengelola wisata. “Mereka tidak melihat sisi duitnya, tapi komitmennya mencari aman,” ujar Umbara disela kegiatan bersama Guburnur Jawa Barat Ridwan Kamil meninjau Protokoler Pasar Panorama Lembang, Minggu (14/6/2020)
Tentunya, orang nomor wahid di KBB ini sangat mengapresiasi komitmen dari pengelola tempat wisata demi menekan penyebaran Covid-19.
“Ini mrupakan kekuatan bagi Gugus Tugas Penanganan Covid-19 KBB untuk peningkatan status daerah. Sesuai harapan Gubernur Jabar, status KBB yang semula termasuk zona biru menjadi zona hijau,” kata Umbara.
Upaya menjadikan KBB sebagai zona hijau penyebara corona, Umbara mengakui, tak terlepas siikap kebersamaan dan koordinasi. “Terutama dengan pihak pemilik dan pengelola obyek wisata, sebagai salah satu komponen yang bisa mendorong pemulihan perekonomian di era Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Mudah-mudahan saja, semua pihak bisa bekerjasama, dari DPRD, para pengusaha, semua leading sektor untuk pemulihan perekonomian ini,” tandasnya.
Sementara itu, Gubernur Jabar, Ridwan Kamil bersama Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna meninjau protokol kesehatan yang sudah diterapkan di Pasar Panorama Lembang, KBB, Minggu (14/6/2020).
“Hampir 100 persen semua (pedagang dan pembeli) memakai masker. Tadinya ekspektasi saya agak rendah, tapi alhamdulillah luar biasa,” ujar Ridwan Kamil.
Pria yang akrab disapa Emil itu menilai, protokol kesehatan AKB sudah berjalan baik seperti pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan sebelum masuk area pasar.
“Hampir 100 persen semua (pedagang pembeli) memakai masker. Tadinya ekspektasi saya agak rendah, tapi alhamdulillah luar biasa,” ujar Emil usai peninjauan.
Emil meminta kepada Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna dan pengelola pasar untuk konsisten mengawasi penerapan protokol kesehatan selama AKB. Salah satunya, intens menginformasikan protokol kesehatan kepada pengunjung dan pembeli melalui pengeras suara yang terdapat di pasar.
Kepala Pengelola Pasar Panorama Lembang Adithya menyatakan, penerapan protokol kesehatan sudah dilakukan sebulan lalu, dan merujuk pada imbauan pemerintah. Mulai dari pakai masker, jaga jarak, cuci tangan, cek suhu, pakai sarung tangan, sampai alur keluar-masuk pengunjung.
“Kita batasi juga pembatasan operasional sesuai dengan aturan pemerintah. Tapi untuk saat ini, (jam operasional) sampai jam empat (sore) dari pagi. Juga kita sediakan ada delapan titik tempat cuci tangan,” kata Adithya.
Jika memang tidak melakukan protokol kesehatan dengan baik, kata dia, maka pihaknya tidak mengizinkan untuk masuk ke Pasar Panorama Lembang. Seperti ketika pengunjung atau pedagang tidak menggunakan masker, pihaknya akan memberikan arahan untuk kembali lagi atau pulang.
Menurut Adithya, Pasar Panorama Lembang telah menerapkan shif berjualan. Dengan begitu, pedagang yang berjumlah 2.000 tidak berjualan bersamaan.
“Jadi, untuk pedagang yang basahan itu dari subuh sampai pukul 10 atau 11. Nah, untuk pedagang yang keringan atau pakaian itu dari pukul 9. Jadi, walaupun jumlah pedagang kami ada 2.000 lebih tapi tidak semuanya berdagang dalam satu waktu,” katanya.
Aditthya menambahkan, sementara ini setelah dilihat memang pengunjung itu hanya 1.000’an atau mengalami pengurangan. “Tetap kita batasi pengunjungnya tapi kita batasi di parkir, ketika terlihat di dalam sudah terlalu penuh maka kita akan tutup pintu parkirnya, pembatasan pengunjungnya seperti itu,” terangnya.
Guna cegah penularan Covid-19, kata Adithya, pihaknya sudah melaksanakan tes masif kepada 30 persen pedagang.
“Di pasar kita juga sudah melalui rapid test dan alhamdulillah dari sampel 30 persen pedagang yang kita tes hasilnya semua negatif (nonreaktif). Jadi, penerapan PSBB atau protokol kesehatan yang kita lakukan selama ini cukup efektif, jelasnya.***
2020-06-14

