NGAMPRAH–Dikira terkena virus Covid-19, seorang pria asal warga Desa Sukamanah Kecamatan Rongga Kabupaten Bandung Barat (KBB) dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
Ternyata setelah diperiksa dokter RSHS, pria tersebut terserang penyakit demam typoid.
“Bukan, Covid-19. Saya sendiri yang mengantarnya Jum’at (10/4/2020) malam ke RSHS atas rujukan Puskesmas Rongga,” ujar Kepala Desa Sukamanah Jajang Kurniawan, Rabu (15/4/2020) saat dihubungi wartawan.
Saat diperiksa di Puskesmas Rongga, pasien memang menunjukan gejala panas dan demam. Karena saat ini warga riskan dengan gejala mirip Covid-19, akhirnya ia sendiri yang mengantar langsung ke RSHS.
Besoknya sekitar pukul 07.00 WIB, ia mendapat informasi dari pihak RSHS jika sang pasien terserang penyakit demam tyroid. Pihak rumah sakit menyarankan, pasien dirawat saja di RSUD Cililin mengingat kondisi di RSHS riskan juga bagi dia. Padahal semula pihaknya membawa pasien ke RSUD Cililin. Tapi karena penuh di RSUD Cililin, untuk pasien Covid-19 makanya langsung dibawa ke RSHS.
“Karena saya ngantuk, saya minta tolong Teh Mayang (Mayang Anjani, relawan Satgas Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 KBB) untuk menjemputnya. RSHS merujuk pasien untuk dirawat saja di RSUD Cililin,” papar Jajang.
Artinya lanjut Jajang, warganya itu tidak terkena Virus Covid-19, seperti yang diisukan selama ini. Ia juga menjelaskan, jika pasien itu bukan pulang dari Malaysia, seperti diisukan selama ini
Melainkan, ia baru pulang dari Kecamatan Cihampelas. Kebetulan warganya tersebut bekerja di daerah itu.
Oleh karena itu, Jajang meminta pada warganya untuk tetap tenang dan jangan terpengaruh isu-isu yang belum tentu kebenarannya. Jika ada informasi atau temuan di wilayah kerjanya, ia berharap warga segera melaporkan ke pemerintah desa.
“Alhamdulillah, selama ini baik RT maupun RW terus koordinasi dengan kita.
Menyikapi kekhawatiran warga ada diantaranya yang terkena virus Covid-19, Jajang meminta warga untuk tidak panik. Ia mengimbau, lebih baik warganya untuk melakukan aksi pencegahannya. Semisal menerapkan pola hidup sehat seperti yang dianjurkan pemerintah.
“Upaya kita diantaranya melakukan penyemprotan dengan disinfektan atas masukan Bumdes. Kita atur pembagian wilayah penyemprotannya bersama RT, RW, Karang Taruna bahkan tokoh-tokoh masyarakat lainnya.
Ia juga menjelaskan, jika pasien itu bukan pulang dari Malaysia, seperti diisukan selama ini. (***)

