Dinkes Harus Lebih Proaktif Lawan Corona

PADALARANG– Relawan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengeluhkan kinerja Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat yang dinilainya agak lamban dalam menangani kasus Covid-19. Seharusnya Dinkes KBB gerak cepat dalam situasi ini, sehingga tidak ada lagi korban yang terpapar gara-gara lamban penanganannya.

“Saya minta tolong ke dinkes, ayo gerak cepat dong dalam menangani pasien corona. Karena ini urusannya dengan nyawa orang banyak,” ujar Relawan Pencegahan dan Penanganan Satgas Covid-19 KBB H. Maya Ekawati atau lebih dikenal dengan Mayang Anjani, Selasa (14/4/2020) saat dihubungi wartawan.

Mayang mengungkapkan, hari ini saja ia mendapat laporan dari warga berbeda tempat. Mulai dari warga Desa Sukamanah Kecamatan Rongga, kemudian Perumahan Padalarang Indah (PPI) Desa Padalarang, hingga warga Ciburuy yang disinyalir Covid-19 padahal bukan.

Untuk kasus Desa Sukamanah, warga berjenis kelamin pria ini punya sejarah perjalanan dari luar negeri. Pria berusia 34 tahun ini, baru dua minggu kembali dari Malaysia dan menunjukan gejala terserang Covid-19.

Ia terpaksa harus pontang-panting mengurus warga tersebut. “Saya baru saja nyampai ngurusin warga Desa
Sukamanah Kecamatan Rongga
yang dirujuk ke RSHS disangka PDP. Eh ternyata types. Jadi akhirnya dirujuk lagi ke RSUD Cililin, ” ujarnya.

Kekurang tepatan diagnosis para medis, terkadang jadi persoalan juga. Mayang memakluminya karena kepanikan menghadapi virus ini, bisa saja terjadi. Hanya dampaknya, di kalangan masyarakat lebih parah.

Oleh karena itu, ia meminta dinkes untuk menelaah semua persoalan tersebut sehingga kondisi di lapangan tidak kalang kabut.

Tugas menjadi relawan Satgas Penanganan Covid-19 cukup berat dan melelahkan. Belum resiko yang dihadapinya, ketika membantu mengurus-ngurus warga yang kena serangan virus tersebut.

“Saya membantu warga mulai dari datang ke rumahnya, koordinasi dengan para medis, sampai antar mereka ke rumah sakit. Bahkan sampai menandatangani serah terima atas pasien dengan pihak rumah sakit,” tegasnya.

Meski resikonya cukup berat, namun Mayang mengaku ikhlas melakukan semua itu. Karena ia menyaksikan betapa peliknya menangani kasus Covid-19. Sayangnya, pihak dinkes terkesan kurang proaktif, untuk sekedar koordinasi saja ia mendapat kesulitan. Kepala Dinkes KBB kata Mayang, jarang membalas pesan yang tulis via Whats App atau telepon selulernya jarang diangkat ketika dihubunginya.

“Terpaksa saya harus melaporkannya ke bapak (Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna) lagi, ke bapak lagi. Karena nggak tahu lagi harus koordinasi dengan siapa,” ungkapnya.

Di sisi lain, ia mengaku cukup kewalahan dengan pengaduan warga yang menemui kasus terserang Covod-19. Mayang hanya berharap, semuanya segera usai sehingga masyarakat kembali tenang seperti semula.

“Semoga saja, bisa cepat berakhir. Hanya itu yang bisa memberikan kerenangan pada masyarakat,” ucapnya lirih. (***)

1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *