Dikasih Bus Sekolah, Kepsek SMKN 2 Cimahi Curhat Kekurangan Lahan Sekolah

CIMAHI– Bukan janji tapi bukti. Anggota DPR RI, Agung Budi Santoso menyerahkan lima unit bus sekolah yang merupakan bantuan dari Kementrian Perhubungan. Lima unit bus sekolah diserahkan politisi Partai Demokrat ini secara simbolis kepada SMKN 2 Cimahi di Lapangan Kampus SMkN 2 Cimahi Jalan Kamarung, Selasa (7/1/2020).

Prosesi serah terima kunci yang diterima Kepala Sekolah SMKN 2 Cimahi Ayi Rohmat Sumirat disaksikan KCD (Kantor Cabang Dinas) wilayah 7 Dinas Pendidikan Jawa Barat, Endang Susilastuti bersama perwakilan Disdik Cimahi, Deden Alam serta perwakilan Komite SMKN 2 Cimahi.

Selain SMKN 2 Cimahi yang bakal menerima bantuan bus sekolah dari Unjani, Universitas Nurtanio, SMA 14 Bandung, dan PGII 2 Bandung. “Bus sekolah yang diserahkan berdasarkan verifikasi di antaranya jumlah murid, guru dan juga prestasi yang telah ditorehkan,” kata Agung dalam sambutannya.

Tentunya, sebut Agung, tidaklah semudah membalikan telapak tangan ketika dirinya memperjuangkan bantuan bus sekolah. Saat dirinya masih di Komisi V, kerap mempertanyakan soal bantuan tersebut kepada Kementrian PU. “Alhamdulilah ini hasilnya. Saya enggak mau sesumbar dulu kalau belum ada bukti takut PHP (pemberi harapan palsu,). Kami titip mesti dirawat dan pergunakan semestinya” ungkapnya.

Agung pun sempat bertanya kepada siswa-siswi sekolah tentang citra DPR RI baik atau buruk? Soal itu Agung mengatakan, kendati banyak anggota DPR RI yang terjerat kasus korupsi, namun tidak semuanya citranya buruk. “Dari 560 anggota DPR RI hanya sebagian kecil saja yang terjerat kasus hukum jadi tidak semuanya citra anggota DPR RI itu jelek masih banyak yang baiknya,” ungkapnya.

Selama menjadi anggota DPR RI, Agung mau blusukan ke daerah pemilihannya di Bandung dan Cimahi dengan membawa program BSPS atau bedah rumah. Setidaknya dari tahun 2013-2019 sudah 4.450 rumah warga di Bandung dan Cimahi yang dibedah. “Termasuk juga pembagian air bersih. Jadi jangan alergi dengan politik karena politik bagian dari kebijakan untuk masyarakat. Kalau anak-anak mau belajar politik silakan datang ke rumah aspirasi kami,” ungkapnya.

KCD (Kantor Cabang Dinas) wilayah 7 Dinas Pendidikan Jawa Barat, Endang Susilastuti berpesan agar pihak sekolah SMKN 2 Cimahi untuk menganggarkan biaya oprasional perawatannya. “Jangan sampai tidak terawat makanya harus disiapkan anggaran perawatannya juga,” katanya.

Endang pun berpesan, jika bus sekolah merupakan aset sekolah yang mesti tercatat dan dipergunakan untuk kepentingan kegiatan sekolah.

Sementara itu, Kepala SMKN2 Cimahi, Ayi Rohmat Sumirat tidak menyangka sekolahnya bakal mendapat bantuan bus sekolah. “Sebelum pilpres saya dapat kabar akan ada bantuan bus ke sekolah. Saya enggak percaya akan dapat bantuan dari Pak Agung. Saya tanya ke sudara wah itu mah jangan ditanya bantuan air kemana-kemana. Tidak menduga dapat bantuan, mudah-mudahan berlanjut ke yang lain,” tuturnya.

Ayi pun curhat soal kekuarangan lahan untuk membangun aula dan lapangan parkir. “Di belakang ada lahan satu hektare bisa untuk pengembangan sekolah ini. Mudah-mudahan saja tahun depan ini lagi yah hehe,” katanya di hadapan Agung dan hadirin yang hadir sambil bercanda. (wie)

editor M Bowie


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *