Anggaran Besar, Dewan Sesalkan Insiden Ambruknya Dingding Kramik Mesjid Agung KBB

NGAMPARAH— Anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) Fraksi Gerindra, Sundaya SP menyayangkan insiden ambruknya dingding kramik Mesjid Asidiq Komplek Pemda KBB. Dia menyesalkan, kontruksi pemasangan kramik dingding mesjid tersebut yang dapat membahayakan keselamatan jamaah.

“Mesti dicek dulu ke dinas PUPR. Apakah masih tahap pemeliharaan oleh pihak ketiga atau tidak. Ya mesti ada yang tanggung jawab,” kata Sundaya dihubungi, Rabu (7/8/2019).

Sundaya menyebutkan, masalah itu jangan dianggap sepele lantaran bisa membahayan keselamatan para jemaah mesjid. “Kami juga wajib ikut mengawasi jika memang ada temuan badan pemeriksaan keuangan karena kualitas jelek tapi menelan anggaran yang cukup besar dalam pembangunannya, kita akan panggilan dinas terkaitnya,” tegas Sundaya.

Seperti diketahui, Mesjid Asidiq KBB baru saja dibangun. Pada 2016, pembangunan Masjid Agung Ash-Shiddiq dikerjakan oleh PT Wahana Daya Mandiri, dengan anggaran Rp 4,8 miliar yang berasal dari bantuan gubernur. Sejak mulai dibangun pada 2013, proyek pembangunan masjid agung itu sendiri hingga kini masih belum selesai seluruhnya. Padahal, dana lebih dari Rp 22 miliar sudah digelontorkan. 

Di antaranya ialah Rp 2,8 miliar yang digunakan oleh PT Gunakarya Nusantara, kontraktor yang meninggalkan proyeknya pada 2013. Kemudian sekitar Rp 14,7 miliar untuk panitia pembangunan masjid yang ditunjuk oleh Majelis Ulama Indonesia KBB, yang melanjutkan pembangunannya secara swakelola pada 2015. ****

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *