RAGAM DAERAH– Kabupaten Bandung Barat (KBB) seakan menjadi magnet bagi para kandidat yang bakal maju dalam kontestasi pilkada 2024.
Catatan redaksi ragam daerah, diperkirakan ada 30 bakal calon yang akan maju di pilkada KBB. Berikut nama-nama bakal calon Bupati KBB yang diperkirakan maju di pilkada serentak 2024 sebagai berikut:
1.H. Asep Ilyas (pensiunan birokrat)
2. H.Gunawan (tokoh masyarakat)
3. Hengki Kurniawan (mantan Bupati KBB/artis/politisi)
4. Gagan Wirahma (Kepala Desa)
5. Pamriadi (Tokoh Pemuda)
6. Ujang Rohman (Tokoh Pemuda)
7. Dansah Widansah (Pengusaha)
8. H.Ernawan Natasaputra (Mantan Wkl Bupati)
9. Yayat T. Soemitra (Mantan Wkl Bupati/Plt Bupati)
10. Aas M.Asor (Kepala Desa)
11. Apung Hadiat Purwoko (Pensiunan Birokrat)
12. Dik Dik Agus T (politisi)
13. Faisal Haris (pengusaha)
14. Edi Rusyandi (politisi/anggota dewan)
15. Bagja Setiawan (politisi)
16. H. Hasanudin (birokrat)
17. Yanto ( stave Ewon ) (kepala desa)
19. Iyan Budiawan (tokoh masyarakat)
20. Diki Candra (artis)
21. Rahmat Adang Syafaat (mantan birokrat)
22. Asep Dedi (politisi/ketua partai)
23. Oni ( SOS ) (artis)
24. Sundaya (politisi/anggota dewan)
25. Ray Shareza (Artis Hijrah
(Ex Vocalis NINEBALL)
26. Eka Suwarna (pengusaha).
27. Rian Firmansyah (politisi/ Anggota DPR RI).
28. Hj Viola (politisi Nasdem).
29. Taufik Hidayat (politisi Gerindra/atlet).
30. Pj Bupati Bandung Barat Arsan Latif.
31. Asep Ismail (Mantan Kandepag KBB)
Menyikapi banyaknya calon yang maju di pilkada 2024, Ketua MPI DPD KNPI KBB, Lili Supriatna mengatakan, jika KBB pernah dipimpin mulai birokrat, politisi hingga kalangan artis, tentunya masyarakat bisa menilai perjalan KBB hingga saat ini.
“Saya yakin, ketua parpol dan masyarakat akan lebih cermat dalam menentukan pemimpin Bandung Barat ke depannya,” sebut Lili, Rabu 17 April 2024.
Apa yang pernah dilakukan pemimpin Bandung Barat, penilaian itu, kata Lili, dikembalikan kembali kepada masyarakat.
“Mudah-mudahan para balon bupati yang maju bisa memaknai ruh berdirinya KBB,” sebut lili.
Tentunya, lanjut Lili, pemimpin KBB ke depan bisa memahami masalah penganggaran, jika APBD itu bukan milik dinas tapi harus pro masyarakat untuk kesejahteraan. “Pemimpin ke depan juga harus bisa memangkas regulasi birokrasi seperti pendidikan, kesehatan dan daya beli masyarakat,” ungkap Lili.
Bagi hasil anggaran dengan pemerintah desa sempat disinggung Lili. Menurut Lili, pemerintahan desa merupakan pelayanan dasar di masyarakat, sehingga sangat dibutuh sekali perhatian pemerintah terutama menyangkut anggaran.
“Siapa pun pemimpin KBB yang terpilih mengantongi tiket dari parpol, untuk mampu melaksanakan itu semua juga mengambalikan citra pemda di mata dunia usaha,” pungkas Lili. ****

