RAGAM DAERAH– Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan mengatakan, jika APBD 2023 tahun ke-5 merupakan tahun untuk mewujudkan visi dan misi AKUR, juga program prioritas bupati dalam RPJMD.
“Sehingga ada beberapa misi yang kita fokuskan pada 2023,” kata Hengky ditemui usai paripurna pada Rabu 16 November 2022.
Apa saja? Hengky menyebutkan,
peningkatan SDM yang berkualitas, pembangunan infrastruktur yang utama di tiap wilayah-wilayah agar bisa meningkatkan pendapatan atau potensi PAD. “Kita jadi kita harus kompromi kepada jalan-jalan yang keberadaannya di sekitar tempat wisata kemudian juga yang lain dari pendidikan, kesehatan,” sebutnta.
Lalu yang paling penting 2023 ini, lanjut Hengkt, bagaimana memaksimalkan anggaran untuk pencapaian program prioritas bupati dalam RPJMD. Termasuk juga nanti pelayanan berbasis SPBE berbasis elektronik. “Ini juga harus jalan jadi bagaimana transpormasi digital ini bisa memudahkan dalam pelayanan makanya kita kejar,” sebut orang nomor satu di KBB ini.
Command center di tahun ini harus selesai, Hengky sepakat dengan OPD dalam waktu dua minggu untuk mengumpulkan data-data, agar mudah mengambil tindakan.
Sebagai contoh ada perbedaan data antara OPD satu dan OPD lain misalnya terkait warga miskin. “Penanganan pun berbeda dan stanting pun angkanya berbeda nah kita mau samakan sehingga kita mengambil langkah yang tepat,” tuturnya.
Termasuk penurunan angka kemiskinan di tahun depan diturunkan sempat 1 digit atau 9 persen. “Karena di tahun belakang kita ada pandemi kita naik jadi 11 persen. Nah langkah-langkah ini sudah kita rapatkan di senin lalu dengan semua OPD, targetnya 2023 ya ada penurunan,” kata Hengky.
Menyimak pandangan dari fraksi-fraksi untuk peningkatan IPM, Hengky menyebutkan masih pembahasan. Program 2023 ini sepakat bahwa harus pro rakyat dan harus menyentuh langsung pada kebutuhan masyarakat termasuk pada IPM pendidikan, kesehatan, infrastruktur apalagi beberapa perhatian publik cukup besar di infrastruktur.
“Saya rasa semua pihak terkait harus kompromi karena ini saya akan lebih detail untuk memantau karena ketika saya Plt itu waktu mepet, lalu 2022 saya berikan kepercayaan penuh pada TAPD sebagai aktor perencanaan dan penganggaran, semua saya berikan kepercayaan. Tapi hari ini kita ingin TAPD lebih cermat kemudian kondisi defisitnya jangan terlalu besar sehingga APBD kita lebih sehat,” pungkasnya. ***

