2.904 TKK KBB Terancam Nganggur,  Diarahkan Jadi Peternak dan Petani

PADALARANG-Sebanyak 2.904 Tenaga Kerja Kontrak (TKK) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) terancam menganggur. 

Hal itu menindaklanjuti kebijakan pemerintah pusat terkait penghapusan Tenaga Kerja Kontrak pada tahun 2023 mendatang.

Pemkab Bandung Barat mau tak mau harus memutar otak menyiapkan skema demi menghindari peningkatan jumlah pengangguran dampak dari kebijakan penghapusan tenaga honorer.

Sekretaris Daerah (Sekda) Bandung Barat, Asep Sodikin mengatakan, Pemkab Bandung Barat sudah menyiapkan beberapa program sebagai solusi dampak dari penghapusan ribuan tenaga honorer.

Para tenaga honorer diarahkan untuk menjadi seorang petani dan seorang peternak, melihat potensi sumber daya alam yang melimpah untuk dikembangkan.

“Banyak konsep yang sudah kita pikirkan, di antaranya (mengikuti) program yang kemarin diluncurkan, yaitu petani Zilenial,” ujarnya saat ditemui di Perkantoran Pemkab Bandung Barat, Kamis (7/6/2022).

Mengenai wacana tersebut, Asep sudah berkoordinasi dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Lembang untuk memberikan pelatihan baik pertanian maupun peternakan bagi tenaga honorer yang berminat.

“Saya secara informal sudah berbicara dengan BLK Lembang untuk memfasilitasi memberikan pelatihan bagi TKK yang mau shifting. Tapi itu baru pemikiran yang nanti akan dikerucutkan,” ujar Asep.

Alternatif lain, pihaknya sudah menyiapkan program Skill Development Center (SDC) yang pernah digarap bersama Disnakertrans Bandung Barat. Dengan peningkatan skill para tenaga honorer ini diharap para tenaga honorer bisa mandiri untuk lepas dari pengangguran.

“Tidak ada salahnya kalau TKK ini pada November nanti jadi pengangguran, kita coba masukan ke program itu sehingga potensi mereka bisa tersalurkan,” ucap Asep.

Beberapa skema itu baru sebatas wacana, pihaknya baru akan menyiapkan pagu anggaran untuk menghindari bertambahnya pengangguran.

“Apalagi pada tahun 2023 anggaran juga baru akan kita bahas. Jadi, itu semua baru gagasan yang akan dibahas untuk menyikapi penghapusan TKK itu,” ujarnya.**

1 Komentar

  1. Pengurangan Bukan suatu solusi untuk kemajuan Bandung Barat tapi dengan adanya banyak tenaga kerja di upayakan semua nya di efektikan untuk sama memajukan Bandung barat dengan dengan langsung di koordinir oleh aparat terkait….sama2 mengolah Bandung barat yg potensinya luar biasa, justru sebaliknya klo banyak yg di keluarkan akan menurun kan atau menilai Bandung barat tidak mampu mensejahterakan karayawanya apalagi masyarakat nya, yang jelas mari sana sama membangun Bandungan barat bersamasam di bawah koordinasi para pimpinan Bandung barat…..mari benahi infra strukturural pajak politik ekonomi budaya sampai ke ploksok Bandung barat….lalukakn pemekaran dg SDM yg ada…..bukan di kerucutkan di kurangi…..mf sekedar infutan…🙏🙏🙏

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *