
NGAMPRAH– Warga tiga kecamatan di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai mencekam. Babagaimana tidak, belakangan ini 16 warga Kecamatan Cililin, Sindangkerta, dan Rongga menjadi korban gigitan anjing liar yang diindikasi membawa virus rabies.
Entah dari mana datangnya anjing-anjing liar tersebut. Sebab, dalam beberapa hari ini sudah ada 16 korban gigitan anjing yang diduga terinveksi penyakit Rabies.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan pada Dinas Perikanan dan Peternakan KBB Wiwin Aprianti membenarkan adanya keresahan warga terkait adanya anjing yang suka mengigit orang. Bahkan, jumlah korban gigitan anjing liar yang diduga membawa penyakit rabies terus bertambah di Kabupaten Bandung Barat.
’’Dilaporkan hingga Rabu (13/2) bertambah 4 korban lagi. Total secara ke seluruhan hingga saat ini tercatat sudah 16 korban,’’kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan pada Dinas Perikanan dan Peternakan KBB Wiwin Aprianti saat dikonfirmasi , Kamis (14/2/2019).
Keempat orang yang menjadi korban gigitan anjing merupakan warga Kecamatan Rongga 1 orang, Cililin 1 orang dan 2 warga Sindangkerta. Sehingga, khusus yang terkena gigitan anjing liar berjumlah 13 orang. Sementara yang 3 orang digigit oleh anjing yang ada pemiliknya.
Dia menuturkan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan kepada hewan-hewan peliharaan dengan dibawa langsung ke Labolatorium. Bahkan, tim dari Disnakan Bandung Barat terus melakukan perburuan anjing-anjing liar yang menggangu warga tersebut.
’’ Kita terus berupaya, tim sudah diterjunkan kelapangan, namun sampai saat ini hewan anjing belum ditemukan,” ungkapnya.
Sejumlah warga yang terkena gigitan anjing kini dalam penanganan Dinas Kesehatan untuk mendapatkan perawatan. Saat ini, kata dia, para korban sudah diberikan vaksin antirabies untuk mengantisipasi tertularnya rabies yang membahayakan manusia. Sejauh ini, mereka dalam kondisi baik dan tidak menunjukkan gejala terjangkit rabies.
Para korban akan kembali diberi vaksin pada 14 hari berikutnya setelah vaksin pertama diberikan. Menurut Wiwin, pemberian vaksin sebanyak 3 kali dengan dengan 1 dosis setiap pekan merupakan standar penanganan untuk mengantisipasi penyakit rabies.
“Untuk korban sudah ditangani oleh dinkes. Saat ini tim gabungan tengah mencari anjing tersebut lantaran bersembunyi hingga di kebun dan hutan sehingga menyulitkan pencarian. Dari keterangan para korban, mereka mengaku digigit anjing dengan ciri-ciri yang sama, yaitu berwarna cokelat kemerahan dan ada infeksi di bagian punggung,” katanya.
Dia juga mengungkapkan, bagi siapa saja yang digigit anjing liar, dianjurkan untuk mencuci bagian yang digigit dengan sabun pada air yang mengalir selama 15 menit. Hal ini akan membuang virus yang menempel pada bagian kulit yang digigit. “Selanjutnya, laporkan pada aparat ke wilayahan setempat agar kami bisa mengetahuinya dan segera melakukan penanganan lebih lanjut,” tuturnya.
Wiwin menambahkan, kasus orang digigit anjing liar memang kerap terjadi, tetapi tidak ada yang sampai positif terkena rabies. Untuk mencegah rabies, pihaknya rutin melakukan vaksinasi antirabies terhadap anjing-anjing peliharaan dan hewan-hewan pembawa rabies lainnya, termasuk kucing. “Populasi anjing dan kucing di Bandung Barat mencapai angka empat ribuan. Sebanyak 80 persennya sudah kami lakukan vaksinasi,” tandasnya. (wie)
Copyright secured by Digiprove 