Sedan Matic Terjungkir di Parkiran Setda KBB, Hindari 7 Kesalahan Ini

NGAMPRAH– Sedan matic Honda Streem B 1228 NVB terjungkir di parkiran gedung Setda Pemkab Bandung Barat, Jumat (7/2/2020). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Mobil sedan matic terjun di area parkiran Setda KBB. Diduga pengemudi tidak bisa mengendalikan laju kendaraan otomatis ini.

Kejadian itu sekitar pukul 8.48. Diduga si pengemudi tidak bisa mengendalikan mobilnya yang melaju hingga nyelonong begitu saja. Kebetulan, di area parkir setda tidak ada pembatas, dan mobil langsung nyingsep. Beruntung, mobil tidak jatuh ke aspal, lantaran di depannya berjejer mobil yang tengah terpakir. Hanya saja, mobil terbang itu menghantam mobil Honfa Freed D 1527. “Yang tertimpa itu milik Kasubag Efi di Setda,” ujar Miksin pegawai di Setda KBB. Muksin tidak tahu kejadian persisnya, namun diduga pengemudi matic tidak bisa mengendalikan setir saat parkir di atas tanpa penghalang.

“Itu mobil Pak Jajang Solihin kecelakaan di belakang kantor sekda menimpa 2 mobil di bawah,” kata Ewor melalui pesan singkatnya.

Sebelumnya, mobil matic nyaris masuk tebing di area parkir gedung A Pemkab Bandung Barat. Pengemudi tidak bisa mengendalikan setir mobil maticnya sehingga nyelonong begitu saja, hingga menyangkut di tebing penahan tanah.

Mobil matic memang lebih mudah dikendarai dibandingkan dengan mobil manual. Para wanita kantoran yang harus bekerja menerjang macet pun terpikat dengan kenyamanan dari mobil matic. Mobil matic memang menjanjikan segala kemudahan bagi pengendara pemula. Namun, mengesampingkan segala kemudahan yang ditawarkan, banyak orang yang masih sering melakukan kesalahan saat mengendarainya. Anda wajib menghindari 7 kesalahan ini demi keselamatan bersama.


1. Menginjak pedal rem dan gas dengan dua kaki

Yang membuat mobil matic nyaman dikendarai adalah tinggal menginjak rem dan gas, maka mobil sudah bisa jalan. Karena bisa dioperasikan dengan dua kaki, maka banyak orang yang terbiasa menginjak pedal rem dan gas secara bersamaan

 
Kalau terlalu sering dilakukan, kamu akan sulit mengontrol laju kendaraan, lho. Selain itu, kanvas rem akan cepat aus. Coba biasakan mengoperasikan pedal rem dan gas dengan satu kaki secara bergantian. Jika dilakukan terus menerus, sedikit demi sedikit kebiasaan menginjak pedal rem dan gas secara bersamaan akan menghilang.

 2. Lalai dengan posisi tuas persneling

Ini dia kesalahan yang bisa mengancam jiwa. Pernah dengar berita mobil matic terjun dari gedung bertingkat karena kesalahan teknis? Kalau tidak hati-hati, mobil bisa maju atau mundur tanpa terkendali, lho. Oleh karena itu, saat kamu akan keluar atau berencana parkir, jangan lupakan posisi persneling. Pastikan kalau posisi tuas sudah pada D (Drive), bukan R. Kalau masih pada posisi R dan kamu menginjak gas, maka mobil bisa mundur bebas tanpa terkendali.

 3. Posisi transmisi D (Drive) saat jalanan menurun  

Kekhawatiran terbesar saat mengendarai mobil matic adalah saat melakukan perjalanan di jalanan naik-turun. Kesalahan fatal yang biasa dilakukan adalah berkendara pada posisi D di jalanan menurun. Mobil bisa melaju dengan cepat tanpa sistem pengereman yang mumpuni. Kamu hanya bisa menggunakan pedal rem saja. Karena sistem engine brake berkurang, pengereman akan menjadi cukup sulit. Nah, solusinya adalah dengan mengganti posisi D dan L (Low) secara bergantian atau sesuai dengan kondisi jalan. Jadi,  jangan melulu berkendara pada posisi D terus dan sebaliknya.

 4. Tak teratur mengganti oli transmisi

Sudahkah kamu mengganti oli transmisi mobil secara berkala? Pastikan kamu rajin mengganti oli transmisi agar komponen mobil selalu berada dalam kondisi yang baik. Jika jarang mengganti oli transmisi, maka proses pelumasan atau lubrikan pada komponen mobil akan terganggu dan menyebabkan kerusakan. Untuk menghindari hal ini, buatlah jadwal rutin untuk mengganti oli transmisi agar kamu tidak lupa.


5. Tak mengantung ban penggerak saat diderek

Komponen pada mobil matic terancam rusak kalau diderek tanpa menggantung atau mengangkat ban roda penggerak. Mengapa bisa demikian? Saat diderek dan ban roda penggerak tidak digantung, mobil akan bergerak tanpa mesin menyala. Artinya, mobil akan melaju tanpa adanya pelumasan pada mesin. Sehingga, komponen transmisi bisa terancam rusak karena tidak diberi pelumas.

 
6. Terlalu lama pada posisi transmisi L (Low)

Saat berkendara di jalanan menanjak, posisikan transmisi pada L (Low ) atau 2. Kalau dilihat dari sudut mobil manual, maka posisi transmisi L ini sama saja dengan gigi ke-1. Maka, kamu bisa lebih aman saat harus menaklukan jalanan menanjak. Namun, meski sudah memasuki jalanan yang rata, kamu lupa untuk mengubah posisi transmisi. Jika terlalu lama pada posisi L, kopling transmisi bisa cepat panas, lho. Jika panasnya berlebihan, bisa-bisa mobilmu akan terbakar.

 
7. Posisi transmisi D (Drive) dalam kondisi macet

Saat jalanan macet atau saat di lampu merah, hindari kebiasaan berkendara dengan posisi D. Jika kamu terlalu lama terjebak macet hingga kelelahan, injakan kakimu pada rem akan mengendur. Kalau sampai itu terjadi, mobil bisa meluncur dengan sendirinya. Sehingga, kemungkinan untuk menabrak kendaraan di depanmu sangatlah besar. Jadi, pindahkan tuas ke posisi netral saat menunggu macet. (wie/net)

Editor M Bowie

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.