
CIHAMPELAS- Pengerjaan proyek rehab di SMP Pataruman Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB) menjadi sorotan. Bagaimana tidak, pantauan di lapangan pengerjaannya hanya untuk mengupas dingding sekolah lalu dicat kembali.
Begitu juga dengan kusen hanya dicat ulang serta pemasangan kramik untuk dua ruangan sekolah. Padahal, proyek dianggarakan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementrian Pendidikan Rp 100 juta. “Kenapa yah hanya dicat-cat saja,” kata salah seorang guru di sekolah tersebut yang namanya minta tidak disebutkan, Rabu (5/9/2018).
Dia mengaku tidak tahun soal siapa yang mengerjakan proyek untuk rehab sekolah itu. Dia hanya menyebutkan, rehab hanya mengecat dingding, menganti kramik lantai, pintu dan kaca jendela tanpa mengganti kusennya yang sudah kropos. “Paling perkiraan saya mengerjakan kaya gitu habisnya cuman Rp 18 jutaan,” katanya.
Menurutnya, yang dibutuhkan sekolah adalah ruang kelas baru menyusul terus meningkatnya jumlah siswa setiap ajaran baru. “Jumlah siswa saat ini 480 dengan guru honor 18 orang,” katanya. Dinar pun mengatakan, tidak tahu soal papan proyek yang seharusnya dipasang.
Sementara itu, Plt Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat, Jalaludin mengatakan, untuk nilai DAK bervariasi, misalkan untuk rehab dua sekolah sekitar Rp 165 juta. “Itu pun tidak sembarangan melalui konsultan dan masuk dulu propil sekolah baru dihitung berapa kerusakannya oleh tim ahli,” katanya. Dana DAK sendiri nantinya akan masuk ke dalam rekening sekolah dan dikerjakan oleh swakelola sekolah yang bersangkutan. “Kalau untuk SMP Pataruman saya tidak tahu dari mana sumber dananya, apakah dari APBD murni atau DAK, yang saya tahu DAK belum turun karena prosesnya lama,” kata Jalal. Jika memang dari DAK pihaknya meminta kepada kepala sekolah dan komite sekolah untuk melaksanakan pembangunan sesuai juklak dan juknis Dana Alokasi Khusus (DAK) yang swakelola. Wartawan Ragam Daerah, Fajar mencoba mengkonfirmasi via telepon Kepala SMP Pataruman, Yanti Gantini tidak mengangkat telepon dikonfirmasi ke sekolah tidak ada ditempat. (jar)
Copyright secured by Digiprove 