
PARIWISATA: Pulay Way Situ Ciburuy yany menjadi icon KBB saat ini terancam abrasi.
PADALARANG- Pulau Jaja Way merupakan sebuah pulau kecil di Situ Ciburuy dengan luas sekitar 5000 m2 jika terendam air. Untuk sampai ke pulau harus menggunakan sebuah perahu kecil dengan biaya yang cukup murah Rp 10 Ribu untuk 5 orang pulang pergi. Sekitar 3 menit dari dermaga untuk sampai ke Pulau Jaja Way.
Sesampainya di sana, terdapat Rumah Makan Khas Sunda Lembur Kabayan dikelola Ai Abuy dengan fasilitas karaoke. Di pulau itu cukup sejuk lantaran banyaknya pepohonan. Sayangnya, sekeliling pulau tidak terta dengan baik. Tumbuhan liar dibiarkan begitu saja. Maklum saja dikelola oleh perseorangan tanpa ada investor yang mau mengelolanya. Padahal pemandangan di sana cukup eksotik pulau yang dikelilingi oleh air.
Kurang tertatanya keberadaan pula itu karena tidak ada icon yang menjadi tujuan wisata. “Kalau ada kolam renang atau fasilitas penunjang pariwisata lainnya mungkin bisa menjadi daya tarik tersendiri, ya kita berharap ada investor,” ujar Ketua Masyarakat Peduli Ciburuy (FMC), Agus Solihin, Kamis (26/7/2018).
Tanah Situ Ciburuy memiliki luas 46 hektare saat ini tersisa 15 hektare yang dipergunakan menjadi perumahan penduduk, dan juga tempat usaha masyarakat. “Maraknya pembangunan akan menjadi kendala dan dikhawatirkan Situ Ciburuy akan tinggal nama karena lahannya terus menyempit,” sebutnya. Apalagi debit air Situ Ciburuy yang terus menyusut dikarenakan banyak dipergunakan untuk mengairi sawah juga dimanfaatkan oleh masyarakat. “Sementara Situ Ciburuy hanya mengandalkan tadah hujan, jika airnya terus diabil debitnya akan terus menyusut,” sebutnya.
Abah Kabayan pengelola rumah makan Pulau Jaja Way menceritikan debit air yang terus berkurang, kedalaman hanya sebatas dada orang dewasa. “Tahun 80-an ke dalaman bisa mencapai dua meter lebih tapi sekarang hanya sebatas dada saja,” tuturnya.
Nah Pulau Jaja Way dalam catatan sejarah sudah ada sejak dulu. Namun dikelola sebagai rumah makan atau tempat persinggahan sejak 1918. Tahun 1970 dikelola oleh Karno pengusaha Rumah Makan Lembur Kuring berpindah tangan keoafa Edi dan saat ini dikelola oleh Ai Abuy. “Bentuknya pengelolaan saja bukan sewa dan pengelolaannya oleh saya sendiri,” sebut Abah Kabayan.
Abah Kabayan menyebutkan, luas tanah pulau sudah berkurang lantaran terjadi abrasi. Itu disebabkan tidak ada penahan tanah di sekeliling pulau. “Deburan air dari perahu atau hebusan angin yang menyebabkan abrasi, akar pohon saja sudah terlihat saat ini karena tidak ada tembok penahan tanah pulau, saya berharap ada perhatian dari semua pihak untuk menyelamatkan Pulau Way dari abrasi,” terangnya. (wie)
Copyright secured by Digiprove 