
PADALARANG- Kabupaten Bandung Barat (KBB), masih harus bersaing ketat dengan Kabupaten Subang dan Kabupaten Tasikmalaya untuk menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat (Jabar) XIV 2020. Meski demikian, peluang bagi KBB untuk dipercaya oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jabar menjadi tuan rumah tersebut, cukup besar.
“Ketiga daerah ini, punya kesempatan yang sama. Tentu kita akan pertahankan KBB, berdasarkan positif negatifnya. Yang jelas, siapapun yang jadi tuan rumah, harus siap bekerjasama dengan daerah lainnya yang mencalonkan diri iru,” ujar Ketua Bidang Hukum Advokasi KONI Jabar Tugiman, disela-sela kunjungan Tim Penjaringan Tuan Rumah Porda XIV 2020 ke KONI KBB, Selasa (17/7/18) di Sekretariat KONI KBB Kotabaru Parahyangan-Padalarang.
Menurutnya, ada beberapa poin yang menjadi penilaian tim untuk menentukan tuan rumah tersebut. Terutama yang menyangkut sarana dan prasana (sapras), kesiapan kerjasama antara KONI setempat dengan para pengurus cabang olahraga (cabor), serta yang terpenting dukungan penuh Pemerintah Daerah (Pemda). “Kalau KBB sudah mendapat dukungan dari Pemda, itu juga yang menjadi bahan pertimbangan juga,” tandasnya.
Tugiman juga mengatakan, KONI Jabar menerjunkan tiga tim untuk menilai kesiapan para calon tuan rumah tersebut. Hasil penilaian tim akan dibahas oleh KONI Jabar untuk kemudian diputuskan pada 6 Agustus mendatang.
Ketua Harian KONI KBB H. Sumardianto menyatakan kesiapannya untuk bekerjasama dengan daerah lainnya jika KBB dipercaya sebagai tuan rumah. Jika rata-rata daerah ingin menjadi tuan rumah karena ingin mengincar Juara Umum, tidak demikian halnya dengan KBB. “Kita sih tidak ngotot jadi Juara Umum. Tapi yang kita harapkan pasca Porda, kita bisa memiliki saprasnya,” tuturnya.
Sebagai bukti keseriusan jadi tuan rumah, KONI KBB telah merancang berbagai kesiapannya. Seluruh cabor jauh-jauh hari bahkan telah menginvetarisir venue Porda XIV dengan memanfaatkan infrastruktur yang ada.
“Kita juga sudah koordinasi dengan bupati terpilih (Aa Umbara Sutisna), untuk lahan stadion olahraga. Kebutuhan kita pada awalnya hanya 15 hektar, tapi Pak Bupati (bupati terpilih), malah menantang kita supaya lahannya ditambah jadi 20 hektar. Ya, Alhamdulillah itu tandanya bupati kita sangat resfek terhadap dunia olahraga,” beber Sumardianto.
Kesiapan dari bupati terpilih tersebut, otomatis menjadi angin segar bagi KONI KBB. Karena untuk lahan itu, KBB telah memiliki fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos fasum) dari Kotabaru Parahyangan seluas 8 hektar, yang saat ini posisinya masih dalam proses serah terima. “Jadi, Pemda tinggal menganggarkan untuk pembebasan lahan 12 hektare lagi,” pungkasnya.
Tim penjaringan yang ke KBB tadi ada tiga orang. Selain Tugiman ada Kabid Pengadaan Didik Junaedi, Wakabid Perencanaan Anggaran Didik Junaedi. (wie)
Copyright secured by Digiprove 