Polemik PC NU KBB Tamat, Agus Mulyadi Menang Aklamasi

 

foto istimewa
KONFERCAB: Pelaksanaan Konfercab III PC NU KBB dilaksanakan di Gedung PC NU KBB Jalan GA Manulang Padalarang, Sabtu (30/6/2018), terpilih secara aklamasi Agus Mulyadi sebagai Tanfidziyah Ketua PC NU KBB masa khidmat 2018-2023

PADALARANG- Polemik di tubuh Pengurus Cabang (PC) Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Bandung Barat (KBB) terjawab sudah. H. Agus Mulyadi, Msi ditetapkan kembali sebagai ketua atau Tanfidziyah PC NU KBB masa khidmat 2018-2023 melalui Konferensi Cabang (Konfercab) PC NU KBB ke-III secara aklamasi. Ditetapkan juga sebagai Rois NU KBB, KH Aa Maulana. Pelaksanaan konfercab dilaksanakan di Gedung PC NU KBB di Jalan GA Manulang Padalarang, Sabtu (30/6/2018).

“Penetapan Haji Agus secara aklamasi atas persetujuan dari rois,” ujar Sekretaris PC NU KBB,” Yusuf Sugiana dihubungi ragam, Sabtu (30/6/2018).

Pelaksanaan Konfercab PC NU KBB sebelumnya gagal. Konfercab tidak memenuhi kuorum setelah ada aksi boikot salah satu calonnya Ali Kurniawan yang memilih pergi umroh ke Mekah.

“Sebagian MWC yang seharusnya hadir pada undangan konfercab namun mereka diarahkan ke rumah dinas bupati (Abubakar, red) oleh tim pemenangan pilbup dan sengaja untuk mengagalkan konfercab,” katanya.

“Rois tidak merestui jika NU nantinya dibawa ke politik praktis untuk memenangkan salah satu calon dipilkada, sehingga konfercab ditunda setelah beres pilkada,” sambung Yusuf. Konfercab pun akhirnya diundur setelah pelaksanaan pilkada dengan habis masa jabatan kepengurusan sebelumnya.

Yusuf membenarkan soal PC NU KBB membekukan Mejelis Wakil Cabang (MWC) NU KBB dan mengantinya dengan yang baru. “MWC yang dibekukan karena melanggar AD RT organisasi,” tegasnya.

Dalam AD RT NU disebutkan, pimpinan tertinggi adalah rois. MWC atau pengurus ranting harus taat kepada PC. Sedangkan PC taat kepada PW NU dan PW NU taat kepada PB NU.

“Kenyataannya MWC terindikasi politik praktis. Mereka tidak taat kepada rois malah taat kepada tanfidziyah yang ada di pemda (Ustad Ali, red),” sebutnya. Atas dasar itu lah PC NU KBB membekukan MWC.

“Mereka tidak taat aturan. Diudang tidak hadir seperti diiming-imingi sehingga taat kepada pemda dari pada rois, program pun tidak dijalankan” ungkapnya.

Pihaknya juga menduga ada gerakan MWC menggulikan PC NU KBB. “Mereka menganggap kami tidak tahu soal ke NU-an,” tandasnya.

Sementara itu, warga Nahdliyin yang namanya minta tidak disebutkan mengatakan, Konfercab NU KBB tidak berjalan sesuai dengan AD RT organisasi.

“Jadi kondisina seeur Ketua MWC NU kecamatan dipecatan hela ku incumbent (Jadi kondisinya banyak Ketua MWC NU kecamatan dipecat dulu sama incumbent, red). Itu info di dapat dari lapangan,” katanya melalui pesan whatsapp diterima redaksi, Sabtu (30/6/2018).

Dia mengatakan, pelaksanaan konfercab di gedung PC NU KBB pun sempat memanas sebelumnya. “Memanas aya perserta MWC enggak boleh memilih. (Memenas ada peserta MWC enggak boleh memilih, red),” sebutnya.

Warga Nahdliyin lainnya mengatakan, jika MWC NU KBB bukan dipecat melainkan dibekukan diganti yang baru. “Wacana pembekuan MWC itu sebetulnya sudah lama karena mungkin tidak sejalan dengan PC NU sekarang, dan diganti dengan yang baru,” tuturnya. (wie)

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *