Edun..! Pengunjung Fram House Membludak

 

NGAMPRAH – Objek wisata dikawasan Lembang menjadi pusat perburuan tujuan wisata turis dari luar kota. Mereka yang kebanyakan dari Jakarta, memilih beberapa objek wisata di Lembang, salah satunya adalah Fram House.

Manajemen Perisai Grup selaku pengelola objek wisata Farm House Susu dan Floating Market Lembang melakukam perbaikan fasilitas penunjang objek wisata seperti renovasi Mesjid, toilet, tempat parkir dan fasilitas umum lainnya.

“Kita persiapkan hari libur lebaran ini dengan memperbaiki sejumlah fasilitas. Ini tak lain untuk kenyamanan pengujung yang datang,” kata Public Relation Perisai Grup, Intania Setiati saat dihubungi Pasundan Ekspres, Senin (18/6/2018).

Selain itu, pihak management pun menambah tenaga kasual untuk mengantisipasi membludaknya pengunjung. Sebab, peningkatan kunjungan wisatawan untuk libur lebaran tahun ini diprediksi akan mencapai 30%.
“Puncak kunjungan ini saat ini dua hari setelah lebaran,” ucapnya.

Khusus di objek wisata Farm House, lanjut Intan, ada penambahan 19 wahana di Kota Mini. Sedangkan diperkampungan hobbit atau hobbiton adventure jungle, ada penambahan sejumlah spot untuk berselfie.

“Tiket masuk masih tetap, tiket masuk ke Farmhouse hanya Rp 25 ribu/orang plus diberi susu. Sedangkan tiket ke Floating Market hanya Rp 20 ribu/orang plus diberi welcome drink,” ungkapnya.

PT Graha Rani Putra Persada (GRPP) selaku pengelola Taman Wisata Alam (TWA) Tangkuban Parahu mengantisipasi dan menghindari kemacetan di puncak Kawah Ratu pun sudah dilakukan.

Direktur Keuangan dan SDM PT GRPP, Nurlela Silvia mengatakan untuk mengdindari kepadatan di puncak gunung, pihaknya sudah membangun fasilitas Taman yang berada di daerah Jaya Giri. Selain itu, di taman tersebut terdapat wahana outbond serta 30 kios food court yang bisa menambah kenyamanan pengunjung saat mengunjungi TWA Tangkuban Parahu.

“Cukup besar untuk penampungan, itu bisa menampung minimal untuk 500 orang. Jadi saat di puncak penuh dan macet, pengujung bisa menunggu di lokasi itu,” kata Nurlela.

Selain itu, kata dia, di area pintu masuk TWA terdapat taman konservasi yang bisa menamung hingga 200 orang. Sehingga, diharapkan kemacetan dan kepadatan dibpuncak Kawah Ratu bisa terhindarkan.

“Kita utaman kenyaman pengunjung, jangan sampai pengunjung jenuh karena kurangnya fasilitas,” ujarnya.

Untuk harga tiket, lanjut Nurlela, pengelola masih memberlakukan tarif lama. Untuk wisatawan Nusantara (Wisnus) Rp20 ribu/orang untuk weekday, Rp30 ribu/orang untuk weekend.

“Untuk wisatawan mancanegara atau turis asing di tarif Rp300 ribu per orang. Dibuka mulai jam 7 pagi hingga jam 5 sore,” pungkasnya. (wie)

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *