
CIMAHI – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi menyoroti banyaknya kendaraan angkutan umum dan barang yang masih menggunakan ban vulkanisiran atau ban bekas.
Plt Dishub Kota Cimahi Ruswanto mengatakan, ban vulkanisiran ini ketebala permukaan sudah menipis sehingga, potensi kecelakaannya cukup tinggi. Sebab, berpengaruh pada daya cengkram yang rendah.
“Tentunya kalau pake ban vulkanisiran, sangat tidak nyaman. Bahkan saya rasa pengemudi juga akan terasa kalau pake ban vulkanisiran gak nyaman,” kata Ruswanto, Jumat (27/4/2018).
Menurut pengalamannya, ia menyebutkan, bahaya lain dari pemakaian ban vulkanisir tersebut, selain ketidaknyamanan dalam berkendara terkadang, ban vulkanisir bisa membuat kendaraan narik ke kiri atau ke kanan saat dikendarai.
“Kami mengimbau kepada para pengusaha bis jangan gunakan ban vulkanisiran. Kalau kedapatan maka kami akan suruh buka dan harus diganti dengan ban yang baru,” tegasnya.
Dia melanjutkan, dilibatkannya Dinas perhubungan dalam Operasi Patuh Lodaya (OPL) 2018 bersama Polres Cimahi, akan dimanfaatkan dengan baik untuk sama-sama mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas di jalan raya.
Selain menyoroti ban vulkanisiran, Dishub juga mengecek kelaikan kendaraan umum terutama bus yang membawa muatan. “Kita cek semuanya, agar para penumpang merasa nyaman,” ujarnya.
Untuk itu, lanjut dia, Dishub Kota Cimahi akan menindaklanjuti temuan-temuan dilapangan ke operator perusahaan penyedia jasa transportasi. Harapannya, semua kendaraan yang akan dipakai angkutan bisa diperbaiki bahkan disempurnakan.
Dengan demikian, saat kendaraan angkutan akan dipakai untuk angkutan mudik Lebaran 2018, semuanya sudah layak pakai. Begitu juga dengan angkutan barang, kondisinya tidak jauh berbeda dengan angkutan umum. Masih ditemukan bannya menggunakan ban vulkanisir, dan remnya hampir habis.
“Harapan kami (semua) kendaraan umum layak jalan, demi minimalisirkan resiko kecelakaan,” pungkasnya. (mon)
