
CIMAHI – Forum Rukun Warga (FRW) Kelurahan Melong Kecamatan Cimahi Selatan, pertanyaan mekanisme bantuan Rp100 juta per Rw.
Ketua Forum RW Kelurahan Melong, Edi Kanedi, mempertanyakan batuan yang akan diberikan Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi tersebut berupa uang atau barang.
“Kalau berupa barang, bisa jadi polemik di masyarakat. Sebab, bisa saja kebutuhan malah lebih besar,” katanya.
Menurutnya, jika memang bantuan harus berupa barang, pihaknya tidak akan mempermasalahkan hal tersebut asalkan, ada hitungan untuk upah.
“Saya yakin saat ini masyarakat akan sulit kalau harus padat karya. sehingga kalau hanya diberikan sebatas fasilitas barang saja, maka kedepan pembangunan tersebut malah akan sedikit terhambat,” tuturnya.
Dia melanjutkan, keinginan dari komunitas lingkungan di RW yaitu, ada biaya tambahan untuk pemasangan atau pengerjaan meski, tenaga pekerjanya dari masyarakat.
“Sebetulnya bantuan tersebut sangat bagus. Namun, polemik bisa terjadi jika memang benar -benar bantuan tersebut diberikan berupa barang,” ujarnya.
Pihaknya khawatir, apabila bantuan tersebut berupa barang sebab, kualitas barang belum tentu bagus dan takutnya ada permainan dari matrial atau orang yang berkepentingan.
“Diharapkan, ada kontrol yang baik oleh pihak pemerintah maupun kantrol dari masyarakatnya sendiri. Jadi harus sama-sama saling mengawasi,” ucapnya.
Mengenai bantuan yang diinginkan dari salah satu forum Rw tersebut, nampaknya sulit terwujud lantaran, dana hibah tersebut peruntukannya sesuai dengan konsepnya yakni, untuk pemberdayaan masyarakat dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di tingkat RW.
“Jadi tidak ditentukan oleh pemerintah, namun sesuai dengan apa yang dibutuhkan masyarakat,” ujar Kabid Sosbud Bappeda Kota Cimahi, Dini Ayulinda, di ruang kerjanya Jalan Demang Hardjakusumah, Senin (19/3/2018).
Dia menyebutkan, besaran dana yang akan dikeluarkan sesuai dengan janji Wali Kota saat kampanye dulu yakni, Rp 100 juta per RW. Itu semua sudah include dengan insentif.
“Kalau untuk besaran diluar insentifnya bervariasi dari Rp 70- Rp75 juta,” ucapnya.
Dia menjelaskan, konsep ini merupakan salah satu upaya untuk memberdayakan masyarakat sekaligus membangun kemandirian agar, tidak selamanya menengadahkan tangan kalau ada program dari pemerintah.
“Intinya program bantuan hibah ini harus dikerjakan bersama. Misalnya sumbang ide, tenaga dan lainnya yang bisa disinergikan,” pungkasnya. (mon)
Copyright secured by Digiprove 