Warga Cimahi Ngeluh Puluhan Tahun Bau Limbah Sungai Cibodas

PENCEMARAN: Beginilah kondisi selokan di Jalan Mahar Martanehara Nanjung Cimahi Silatan berbau dan berwarna merah akibat pencemaran limbah pabrik.

CIMAHI – Sudah puluhan tahun air Sungai Cibodas di Kota Cimahi berwarna merah. Akan tetapi, hal tersebut seakan dibiarkan saja. Bahkan, pihak terkait pun seakan tutup mata. Akibatnya, sejumlah warga pun hanya bisa mengeluh tanpa mendapat solusi dari pihak manapun.

Pantauan di lapangan, merahnya aliran air sungai itu berawal dari PT Tri Gunawan yang berlokasi di Jalan Mahar Martanegara RW 10 Kelurahan Cugugur Kecamatan Cimahi Tengah.

Warna aliran sungai Cibodas pun berubah ketika memasuki kawasan Jalan Industri. Di kawasan tersebut, warna sungai menjadi merah semu hitam. Dengan demikian, sejarak lima kilometer dari Jalan Mahar Martanegara hingga bermuara di Nanjung Kecamatan Cimahi Selatan, kondisi air di sepanjang sungai tersebut sangat memprihatinkan.

Menurut pengakuan warga sekitar, pabrik yang bergerak dalam bidang pencelupan kain itu sudah lama membuang limbahnya ke aliran sungai Cibodas. Bahkan, pada saat turun hujan pihak pabrik seakan memilki kesempatan untuk membuang limbahnya tersebut.

“Dari mulai ada pabrik itu, air yang mengalir lewat saluran warnanya merah,” ujar warga sekitar, Kamal (30) saat ditemui di lokasi, Minggu (25/2/2018).

Parahnya, pabrik tersebut membuang limbah pencelupannya tepat di depan lokasi pabrik. Dengan begitu, warga pun menilai bahwa, pihak pengelola pabrik tersebut tidak memilki rasa kepedulian terhadap lingkungan.

“Bisa lihat sendiri, mereka buang limbahnya terang-terangan. Apakah selama ini tidak berani ada yang menegur ?. Saya dari kecil di sini (Cimahi), merasa heran dengan kondisi seperti ini, kenapa tidak ada yang menindak,” ungkapnya.

Ia dan warga lainnya berharap ada tindakan yang nyata dari para pihak terkait untuk segera menindak lanjutinya. Sehingga, tidak ada lagi keraguan kepada pihak terkait terutama Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi dalam menyejahterakan masyarakatnya.

“Rek diantep wae ieu teh? (apakah ini mau dibiarkan saja? Tentunya kami berharap jangan sampai dibiarkan. Ini sudah jelas harus ada tindakan,” tuturnya. (wie)

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *