
NGAMPRAH- Ada yang berbeda dengan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kabupaten Bandung Barat (KBB) tahun 2019 yang diselenggarakan di Hotel Mason Pine Kotabaru Padalarang, Rabu (14/2/18). Kali ini, Musrembang tersebut dikemas bak acara perpisahan saja, sesuai dengan masa akhir jabatan Bupati Bandung Barat H. Abubakar dan Wakil Bupati Bandung Barat Yayat T Soemitra pada 17 Juli 2018.
Hal itupun diakui Abubakar pada wartawan usai acara. “Saya merasa suprise teman-teman panitia dari Bapeda bisa menyajikan segalanya yang berbeda. Mulai dari acaranya sampai mendatangkan nara sumber yang kompeten,” ujar Abubakar.
Namun acara tersebut lebih bersifat seremonial saja. Karena menurut Abubakar dengan Musrenbang tersebut bisa melihat posisi KBB dari sisi kepentingan Propinsi Jawa Barat maupun dari sisi kepentingan masyarakat.
Arah pembangunan KBB kata Abubakar ternyata berkesinambungan dengan Pemprof Jabar yang orientasinya pada pembangunan agro pariwisata. Pariwisata harus menjadi ikon daerah.
Namum dalam tatanan implementasinya diserahkan pada Bupati dan Wakil Bupati baru. Karena perjalanan Musrenbang tahun 2019 dilaksanakan dalam masa transisi berakhirnya RPJMD tahun 2008-2013. Kemudian RPJMD tahun 2018-2023 yang akan dilaksanakan oleh Kepala Daerah baru. “Tentunya harus dimachingkan dengan visi misi Kwpala Daerah baru. Saya hanya menancapkan pondasinya saja,” ucapnya lagi.
Sementara Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapplitbangda) KBB Adiyoto mengatakan, Musrenbang tingkat kabupaten ini merupakan puncak dari Musrenbang. Sebelumnya secara bertahap pembahasan Musrenbang ini dilakukan mulai dari ajuan tingkat desa, dibahas di tingkat kecamatan dan terakhir di tingkat kabupaten untuk ditetapkan sebagai Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD).
“Dalam pelaksanaannya kita sesuaikan dengan skala prioritas dan disesuaikan dengan program pembangunan propinsi dan tingkat nasional,” terangnya. (wie)
Copyright secured by Digiprove 
